REFLEKSI | Mengalah
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
NABI KITA Muhammad SAW merupakan tipe manusia yang menghindari permasalahan. Beliaunya lebih baik mengalah, dari pada mencari masalah.
Yaa, hampir dari awal kehidupan berkeluarganya dengan Siti Khodijah, selama 25 tahun, ia hidup dengan menjalankan prinsip mengalahnya itu, bahkan prinsip mengalah yang Nabi SAW lakukan, ia pertahankan hingga sampai tutup usianya.
Bagaimana Nabi punya karakter mau mengalah ? Kenapa ia mau mengalah ? Apakah benar mengalah ini, cocok untuk prinsip di umat kita ? Apa kehebatan dari sikap mau mengalah ?
Jika di cermati dari sikap Nabi, berkaitan dengan karakter mau mengalah...itu di sebabkan seorang Nabi, harus terjaga hatinya. Bagi para Nabi, mengalah merupakan cara meredam ego, dan nafsu, yang datang pada saat kita tertekan, dan bila tak dapat di tahan, maka dikhawatirkan penyesalan yang datang kemudian.
Mengalah merupakan bentuk kedewasaan dalam bersikap. Mengalah menjadikan manusia bisa berpikir lebih bijak, lebih dalam dan lebih berpresfektif maju ke depan. Mengalah adalah sikap elegan seorang manusia hamba Tuhan, yang mampu membaca situasi untuk dirinya, hingga nantinya, itu menjadi modal kita, dalam mendapatkan karakter handal, terpuji, dan mulia.
Mengalah itu akan mendatangkan kebaikan bagi kita, dan kebingungan untuk yang lainnya.
Coba perhatikan intisari dari sikap Nabi yang mau mengalah, yang sudah sering kita dengar di bawah ini, namun langka di kupas para alim ulama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!