REFLEKSI | Mengalah
Mengalah merupakan satu pintu rahasia yang Nabi ajarkan, di mana keistimewaannya, hanya akan di dapatkan oleh mereka yang mau melakukannya...dan bagi mereka umat Nabi yang masih bersandar pada emosi dan nafsu, itu adalah hal sulit yang bisa di lakukan.
Hingga prinsip, atau lelaku, mau mengalah itu, adalah pilihan jalan yang sangat sulit, terjal dan curam untuk di titi oleh umat Nabi.
Mau mengalah hanya di jalani oleh mereka yang khusus, dan tak banyak umat nabi dari mulai jaman Nabi sendiri, sampai jaman ini, yang mengambil jalan mau mengalah ini.
Sayidina Ali pun tak sanggup menjalani laku mau mengalah itu, hingga pada keturunannya Ali Zainal Abidin radhiyallahu lah, beliau mengambil sikap mau mengalah, dan Allah selamatkan kehidupannya, hingga darinya keturunan Nabi terus terjaga hingga saat ini.
Mengalah itu istimewa ! Bagi Nabi, mengalah itu sumber datangnya pertolongan, dekatnya Doa yang dipanjatkan untuk bisa naik di ijabah !
Mengalah merupakan satu cara dari kita untuk memerdekakan hati, menjauhkannya dari emosi, kesombongan diri, dan memelihara kebeningan serta kesucian hati kita.
Jangan pernah terpikir, mengalah menjadikan kita risih, dan kita berarti kalah, mengalah yang kita lakukan harus murni karena Allah ! Tak menyimpan dendam dan tak ada motif apapun.
Mengalah juga bukan untuk mencari saat yang tepat, bagi kita nanti menuntut balas, hingga kita harus terlebih dulu menghindar, karena masih dalam diri kita ternyata ada rasa sakit hati, yang terus kita simpan dendamnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!