REFLEKSI | Mengalah
Yahudi tua itu, akhirnya sadar, kemuliaan hati Baginda Nabi, begitu sangat luar biasa, luapan emosi kemarahannya, ia hidangkan pada Baginda Nabi setiap saat, sedangkan ia sendiri disuapi dengan penuh kelembutan.
Bercucur air mata si Yahudi tua buta itu, ia baru sadar, kemuliaan dari seorang yang mulia, akan tetap menjaga kemuliaannya, sedang nafsu akan selalu hadir makin meraja, akhirnya sebagai tanda kesadarannya mulai muncul, di hadapan Umar bin Khattab si Yahudi tua itupun bersyahadat, ia memeluk Islam dengan penuh kesadaran, dan meninggalkan semua dendamnya, yang tak berarti itu.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!