Qanun Asasi Gus Kikin dan Warisan Pemikiran Hasyim Asy’ari
Muqaddimah Qanun Asasi juga memberikan perhatian besar terhadap kedudukan ulama. Dalam kerangka pemikiran KH Hasyim Asy’ari, ulama bukan sekadar tokoh yang menguasai pengetahuan agama, melainkan bagian dari mata rantai keilmuan Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Hal tersebut berkaitan dengan prinsip bahwa persoalan keagamaan perlu dikembalikan kepada orang yang memiliki pengetahuan. Salah satu ayat yang dikutip dalam naskah tersebut adalah perintah untuk bertanya kepada orang-orang berilmu ketika seseorang tidak mengetahui.
Dengan demikian, penghormatan terhadap ulama dalam tradisi pemikiran KH Hasyim Asy’ari bukan semata-mata penghormatan personal. Ulama memiliki fungsi sebagai penjaga kesinambungan ilmu, pembimbing umat, sekaligus pihak yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengarahkan masyarakat agar tetap berada dalam koridor ajaran agama.
Muqaddimah Qanun Asasi juga menekankan pentingnya mengikuti jalan yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah serta menjaga umat dari perpecahan. Pesan mengenai persatuan muncul berulang kali melalui ayat-ayat yang dikutip KH Hasyim Asy’ari.
Di antaranya adalah seruan agar umat berpegang teguh kepada tali agama Allah dan tidak bercerai-berai. Ada pula penekanan bahwa pertengkaran dapat menyebabkan hilangnya kekuatan, sedangkan orang-orang beriman dipandang sebagai saudara sehingga perselisihan perlu didamaikan.
Bagi KH Hasyim Asy’ari, persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Sebaliknya, persatuan membutuhkan kesediaan untuk menjaga hubungan dan menghindari konflik yang dapat merusak kekuatan umat.
Prinsip lain yang menonjol adalah tolong-menolong. Dalam Muqaddimah Qanun Asasi terdapat penekanan agar manusia saling membantu dalam kebajikan dan ketakwaan serta tidak bekerja sama dalam dosa dan permusuhan.
Gagasan tersebut memberikan dimensi sosial yang kuat terhadap ajaran agama. Kehidupan organisasi dan masyarakat tidak cukup hanya dibangun melalui hubungan individual dengan Tuhan, tetapi juga membutuhkan solidaritas dan kerja bersama untuk mewujudkan kemaslahatan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!