Perang AS-Iran Masuk Babak "Berbahaya"
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang kini mulai menyasar infrastruktur sipil dan fasilitas vital.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak semua pihak menahan diri dan menghentikan serangan terhadap fasilitas sipil demi mencegah memburuknya situasi kemanusiaan di kawasan.
Sementara itu, penasihat militer Iran Mohsen Rezaei memperingatkan bahwa negaranya siap meningkatkan operasi militer secara penuh apabila serangan Amerika Serikat terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Menurutnya, Iran tidak lagi akan membatasi diri hanya pada serangan balasan yang setara.
Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, juga menegaskan operasi militer akan terus dilakukan hingga Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap wilayah pesisir Iran dan kawasan sekitar Selat Hormuz.
Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah negara masih berupaya mendorong penyelesaian diplomatik.
China dan Pakistan kembali menyerukan agar Washington dan Teheran segera menghentikan aksi militer serta kembali ke meja perundingan. Namun hingga kini belum terlihat adanya tanda-tanda kedua pihak siap mengurangi eskalasi konflik.
Pengamat Timur Tengah dari Jean-Jaurès Foundation, David Khalfa, menilai konflik kini semakin meluas karena semakin banyak infrastruktur strategis yang menjadi sasaran.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!