Perang AS-Iran Masuk Babak "Berbahaya"
Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat tiga rudal Iran yang mengarah ke wilayah kerajaan tersebut.
Sementara itu, Bahrain beberapa kali membunyikan sirene peringatan serangan udara sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman rudal.
Di sisi lain, Iran juga terus mengalami kerusakan infrastruktur akibat serangan udara Amerika Serikat.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan terbaru menghantam pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi di Provinsi Hormozgan, wilayah pesisir yang berada di tepi Selat Hormuz.
Serangan juga dilaporkan merusak dua terowongan dan sebuah jembatan yang menjadi bagian dari jalur utama menuju Bandar Abbas, pelabuhan terbesar Iran yang memiliki posisi strategis di kawasan tersebut.
Selain Bandar Abbas, Pulau Qeshm yang berada di Selat Hormuz juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan Amerika Serikat menyerang jalan raya dan jembatan rel kereta api yang menghubungkan Bandar Abbas dengan wilayah tengah Iran hingga menuju ibu kota Teheran.
Untuk pertama kalinya sejak konflik berlangsung, Kementerian Energi Iran mengakui bahwa serangan Amerika telah mengenai infrastruktur kelistrikan. Pemerintah bahkan meminta masyarakat di provinsi-provinsi selatan untuk menghemat penggunaan listrik di tengah cuaca yang sangat panas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!