HELM Jadi Pendukung Resmi Sepak Bola ASEAN 19 Jul 2026 Perang AS-Iran Masuk Babak "Berbahaya" 19 Jul 2026 MANTRA Tetapkan Ari Prabowo sebagai Ketua Umum 2026–2031, Fokus Transformasi Digital 19 Jul 2026 Ari Prabowo Pimpin GEMI Periode 2026–2031, Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 19 Jul 2026 BPBD Sukabumi Himpun Laporan Dampak Kekeringan dari Kades dan Camat 19 Jul 2026 Anggota DPR Dapil Sukabumi Tegaskan Pekerja Media Harus Dilindungi Perlindungan Sosial 19 Jul 2026 Dua Remaja Meninggal Terseret Ombak Pantai Kapitol Sukabumi 19 Jul 2026 Team Senyap Siapkan LPKSM, Dorong Masyarakat Jember Jadi Konsumen Cerdas 19 Jul 2026 Alfin Habib Hidupkan Kembali "Cindai" 19 Jul 2026 Laznas PPPA Daarul Qur’an Perkuat Sinergi Zakat Nasional 19 Jul 2026 HELM Jadi Pendukung Resmi Sepak Bola ASEAN 19 Jul 2026 Perang AS-Iran Masuk Babak "Berbahaya" 19 Jul 2026 MANTRA Tetapkan Ari Prabowo sebagai Ketua Umum 2026–2031, Fokus Transformasi Digital 19 Jul 2026 Ari Prabowo Pimpin GEMI Periode 2026–2031, Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 19 Jul 2026 BPBD Sukabumi Himpun Laporan Dampak Kekeringan dari Kades dan Camat 19 Jul 2026 Anggota DPR Dapil Sukabumi Tegaskan Pekerja Media Harus Dilindungi Perlindungan Sosial 19 Jul 2026 Dua Remaja Meninggal Terseret Ombak Pantai Kapitol Sukabumi 19 Jul 2026 Team Senyap Siapkan LPKSM, Dorong Masyarakat Jember Jadi Konsumen Cerdas 19 Jul 2026 Alfin Habib Hidupkan Kembali "Cindai" 19 Jul 2026 Laznas PPPA Daarul Qur’an Perkuat Sinergi Zakat Nasional 19 Jul 2026

Rahasia Parfum Tahan Lama di Iklim Tropis

ED
PN
Minggu, 19 Juli 2026 | 06:32 WIB
Bagikan
Rahasia Parfum Tahan Lama di Iklim Tropis

VISI.NEWS – Cara masyarakat Indonesia memilih parfum mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya banyak konsumen menentukan pilihan berdasarkan aroma yang langsung tercium saat pertama kali mencoba di toko, kini semakin banyak yang menilai kualitas parfum dari ketahanannya setelah digunakan berjam-jam, terutama di tengah iklim tropis yang panas dan lembap.

Perubahan perilaku tersebut dipicu oleh meningkatnya kesadaran bahwa aroma pertama atau top notes hanya menggambarkan sebagian kecil karakter sebuah parfum. Menurut para perfumer, kualitas wewangian justru baru dapat dinilai setelah digunakan selama delapan hingga sepuluh jam, ketika seluruh komposisi aroma telah berkembang secara optimal di kulit.

Founder sekaligus Perfumer Best Perfume Store, Josh Frost, mengatakan masih banyak konsumen yang terburu-buru menilai sebuah parfum hanya dari semprotan pertama.

"Komentar yang paling sering kami dengar adalah, 'Saya suka aromanya saat mencobanya di toko, tetapi ternyata wanginya tidak bertahan seperti yang saya bayangkan.' Padahal, semprotan pertama hanya menunjukkan sebagian kecil dari karakter sebuah parfum," ujar Josh.

Menurutnya, kondisi iklim Indonesia menjadi faktor penting yang memengaruhi performa parfum. Suhu yang hangat, tingkat kelembapan yang tinggi, serta perpindahan aktivitas dari luar ruangan ke ruangan berpendingin udara membuat aroma parfum berkembang secara berbeda dibandingkan di negara beriklim sedang.

Ia menjelaskan bahwa kualitas parfum sebenarnya mulai terlihat setelah delapan hingga sepuluh jam pemakaian.

"Di iklim tropis seperti Indonesia, kualitas sebuah parfum justru mulai terlihat setelah delapan hingga sepuluh jam pemakaian. Pada fase itulah kita bisa melihat apakah formulasi, konsentrasi fragrance, dan kualitas bahan bakunya benar-benar mampu mempertahankan karakter aromanya. Sebagai perfumer, justru itulah bagian yang paling kami perhatikan," katanya.

Dalam dunia parfum, fase tersebut dikenal sebagai dry-down, yaitu tahap ketika aroma pembuka mulai menguap dan karakter utama parfum berkembang sepenuhnya. Fase inilah yang umumnya bertahan paling lama di kulit dan menemani aktivitas pengguna sepanjang hari.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.