Ari Prabowo Pimpin GEMI Periode 2026–2031, Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Asosiasi Gemar Melancong Indonesia (GEMI) melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Hotel Grand Whiz Praxis Surabaya, Sabtu (18/7/2026)./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Asosiasi Gemar Melancong Indonesia (GEMI) resmi memiliki kepengurusan baru setelah Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Hotel Grand Whiz Praxis Surabaya, Sabtu (18/7/2026). Dalam forum tersebut, Ari Prabowo, dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua Umum GEMI untuk masa bakti 2026–2031.
Terpilihnya Ari Prabowo menandai dimulainya kepemimpinan baru GEMI dalam memperkuat sektor pariwisata nasional melalui sinergi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Munas yang diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai daerah itu juga membahas arah kebijakan dan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.
Ari Prabowo dinilai memiliki pengalaman panjang dalam dunia kewirausahaan dan pengembangan UMKM. Pengalaman tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih kuat antara destinasi wisata, pelaku ekonomi kreatif, serta komunitas lokal sehingga manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Munas GEMI 2026 mengusung tema 'Menjelajah Nusantara, Menguatkan Persaudaraan, Menggerakkan Pariwisata Indonesia'. Tema tersebut menjadi komitmen organisasi untuk mengembangkan pariwisata berbasis kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan promosi destinasi di berbagai daerah.
Dukungan terhadap kepemimpinan Ari Prabowo juga datang dari kalangan akademisi. Heri Cahyo Bagus Setiawan, menilai terpilihnya Ari membuka peluang kolaborasi yang semakin luas dalam pengembangan sektor pariwisata.
"Turut senang dan mendukung terpilihnya Master Mentor kita sebagai Ketua Umum GEMI. Kolaborasi semakin meluas yang dapat meningkatkan kembali dunia pariwisata dan ekosistem kompetensi pekerja pariwisata di tanah air," ujarnya.
Dengan kepengurusan baru ini, GEMI diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata, memperkuat kapasitas pelaku UMKM, serta memperluas jejaring promosi wisata domestik. Sinergi tersebut diyakini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!