Perang AS-Iran Masuk Babak "Berbahaya"
Menurut otoritas Iran, sedikitnya 46 orang tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka akibat gelombang serangan terbaru Amerika Serikat. Delapan korban meninggal dilaporkan berasal dari serangan terhadap sebuah jembatan pada Jumat.
Di pihak Amerika Serikat, militer mengonfirmasi adanya tambahan 13 personel yang mengalami luka-luka dalam beberapa hari terakhir, terdiri atas 10 prajurit Angkatan Darat dan tiga personel Angkatan Laut.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Amerika Serikat mencatat 14 personel militer tewas dan 427 lainnya terluka.
Selat Hormuz tetap menjadi pusat konflik yang memicu ketegangan global.
Sejak perang dimulai, Iran secara efektif membatasi lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut. Teheran bahkan menegaskan bahwa Selat Hormuz harus berada di bawah kendali penuh Iran dan kapal-kapal asing wajib membayar biaya kepada pemerintah Iran, meski masyarakat internasional selama puluhan tahun menganggap jalur tersebut sebagai perairan internasional.
Penutupan jalur pelayaran menyebabkan lalu lintas kapal menurun drastis.
Data pelacakan pelayaran internasional menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz turun menjadi hanya delapan kapal dalam sehari, angka terendah dalam tiga pekan terakhir.
Gangguan distribusi energi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus lebih dari 86 dolar Amerika Serikat per barel, mendekati level tertinggi dalam satu bulan terakhir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!