Lepas 3.000 Mahasiswa KKN, Bupati Jember Dorong Pengentasan Kemiskinan

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Minggu, 19 Juli 2026 | 19:51 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWSBupati Jember, Muhammad Fawait,  secara resmi melepas 3.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif di Alun-Alun Jember, Minggu (19/7/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, serta Sekda seluruh OPD DP3D Kabupaten Jember dan para Rektor. Program  yang melibatkan 17 perguruan tinggi ini diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mendukung percepatan pembangunan desa sekaligus pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Selama 35 hari ke depan, sebanyak 3.000 mahasiswa yang didampingi 134 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan diterjunkan ke berbagai desa dan kelurahan. KKN Kolaboratif tahun ini mengusung tema "Desa Cinta" (Cerdas, Inklusif, dan Tangguh) dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Bupati Jember menegaskan bahwa sejarah bangsa Indonesia tidak pernah lepas dari peran strategis generasi muda. Mulai dari lahirnya Sumpah Pemuda hingga perjuangan merebut kemerdekaan, perubahan besar selalu dipelopori oleh kaum muda yang memiliki semangat pengabdian.

"Sejarah membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi motor perubahan. Karena itu, saya berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian di lapangan," ujar Bupati.

Menurutnya, pelaksanaan KKN Kolaboratif merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kontribusi konkret sebelum menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Pengalaman terjun langsung ke masyarakat dinilai akan menjadi bekal penting dalam membangun kepedulian sosial sekaligus melahirkan inovasi yang bermanfaat.

Bupati juga memberikan tantangan khusus kepada seluruh peserta KKN agar ikut membantu pemerintah memvalidasi data masyarakat miskin ekstrem, khususnya kelompok Desil 2. Validasi tersebut dinilai penting agar program bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak dan tidak terjadi kesalahan sasaran.

"Kami membutuhkan dukungan adik-adik mahasiswa untuk memastikan data kemiskinan benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Dengan data yang akurat, kebijakan pemerintah akan semakin tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.