Kiprah Aktif LSBPI MUI Jabar di Rakornas LSBPI MUI 2026 21 Jul 2026 VISI | Sehat itu Mahal 21 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Cerah Seharian, Suhu Maksimum 30 Derajat Celsius 21 Jul 2026 Klaim JHT itu Gratis, Jangan Pakai Calo 20 Jul 2026 Mahasiswa KKN di Kencong Diminta Jadi Bagian dari Solusi, DPL Tekankan Sinergi dengan Masyarakat 20 Jul 2026 Aksi Berani Penjaga Kios Gagalkan Perampokan Bersenjata Tajam di Sukabumi 20 Jul 2026 Bupati Jember Lantik Jajaran BUMD, Targetkan Terobosan Baru Penggerak Ekonomi Daerah 20 Jul 2026 Perjuangkan Hak Nelayan Pantura, Firman Soebagyo: Tangkap Mafia BBM 20 Jul 2026 BPP Gumukmas Gencarkan PM-AAS Lewat Gerakan Tanam Serentak 20 Jul 2026 Aher Dorong Pembentukan Badan Pengelola Kopi untuk Perkuat Ekspor 20 Jul 2026 Kiprah Aktif LSBPI MUI Jabar di Rakornas LSBPI MUI 2026 21 Jul 2026 VISI | Sehat itu Mahal 21 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Cerah Seharian, Suhu Maksimum 30 Derajat Celsius 21 Jul 2026 Klaim JHT itu Gratis, Jangan Pakai Calo 20 Jul 2026 Mahasiswa KKN di Kencong Diminta Jadi Bagian dari Solusi, DPL Tekankan Sinergi dengan Masyarakat 20 Jul 2026 Aksi Berani Penjaga Kios Gagalkan Perampokan Bersenjata Tajam di Sukabumi 20 Jul 2026 Bupati Jember Lantik Jajaran BUMD, Targetkan Terobosan Baru Penggerak Ekonomi Daerah 20 Jul 2026 Perjuangkan Hak Nelayan Pantura, Firman Soebagyo: Tangkap Mafia BBM 20 Jul 2026 BPP Gumukmas Gencarkan PM-AAS Lewat Gerakan Tanam Serentak 20 Jul 2026 Aher Dorong Pembentukan Badan Pengelola Kopi untuk Perkuat Ekspor 20 Jul 2026

Lepas 3.000 Mahasiswa KKN, Bupati Jember Dorong Pengentasan Kemiskinan

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Minggu, 19 Juli 2026 | 19:51 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWSBupati Jember, Muhammad Fawait,  secara resmi melepas 3.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif di Alun-Alun Jember, Minggu (19/7/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, serta Sekda seluruh OPD DP3D Kabupaten Jember dan para Rektor. Program  yang melibatkan 17 perguruan tinggi ini diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mendukung percepatan pembangunan desa sekaligus pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Selama 35 hari ke depan, sebanyak 3.000 mahasiswa yang didampingi 134 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan diterjunkan ke berbagai desa dan kelurahan. KKN Kolaboratif tahun ini mengusung tema "Desa Cinta" (Cerdas, Inklusif, dan Tangguh) dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Bupati Jember menegaskan bahwa sejarah bangsa Indonesia tidak pernah lepas dari peran strategis generasi muda. Mulai dari lahirnya Sumpah Pemuda hingga perjuangan merebut kemerdekaan, perubahan besar selalu dipelopori oleh kaum muda yang memiliki semangat pengabdian.

"Sejarah membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi motor perubahan. Karena itu, saya berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian di lapangan," ujar Bupati.

Menurutnya, pelaksanaan KKN Kolaboratif merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kontribusi konkret sebelum menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Pengalaman terjun langsung ke masyarakat dinilai akan menjadi bekal penting dalam membangun kepedulian sosial sekaligus melahirkan inovasi yang bermanfaat.

Bupati juga memberikan tantangan khusus kepada seluruh peserta KKN agar ikut membantu pemerintah memvalidasi data masyarakat miskin ekstrem, khususnya kelompok Desil 2. Validasi tersebut dinilai penting agar program bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak dan tidak terjadi kesalahan sasaran.

"Kami membutuhkan dukungan adik-adik mahasiswa untuk memastikan data kemiskinan benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Dengan data yang akurat, kebijakan pemerintah akan semakin tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Jember masih menghadapi tantangan besar dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Di satu sisi, Jember memiliki 31 perguruan tinggi yang menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia berkualitas. Namun di sisi lain, daerah ini masih berada pada posisi kedua angka kemiskinan absolut tertinggi di Jawa Timur.

"Ini adalah sebuah paradoks yang harus kita jawab bersama. Banyaknya perguruan tinggi di Jember harus menjadi kekuatan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan. Melalui KKN Kolaboratif ini, saya berharap lahir gerakan nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, dalam laporan panitia pelaksana disampaikan bahwa mahasiswa peserta KKN diwajibkan menjalankan tiga program mandatori, yakni membantu validasi data Desil 2, mendukung penanganan sampah di lingkungan masyarakat, serta melakukan sosialisasi penggunaan akun JKN melalui aplikasi Viola. Selain itu, mahasiswa diharapkan menjadi motivator sekaligus inovator dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk melaksanakan program kerja secara maksimal, menjaga kekompakan dalam tim, mematuhi seluruh tata tertib selama berada di lokasi KKN, tidak meninggalkan lokasi tanpa izin, menghindari politik praktis, serta menjaga etika, norma sosial, dan nama baik almamater selama menjalankan pengabdian.

Adapun 17 perguruan tinggi yang terlibat dalam KKN Kolaboratif tahun ini di antaranya Universitas Jember dengan 1.414 mahasiswa, UIN KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember sebanyak 311 mahasiswa, Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember 279 mahasiswa, Universitas Dr. Soebandi 200 mahasiswa, UPN Veteran Jawa Timur 180 mahasiswa, Universitas Islam Jember 120 mahasiswa, Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Kencong 105 mahasiswa, serta gabungan 10 perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Moch. Sroedji, Universitas Mandala, Politeknis Kesehatan  dan sejumlah kampus lainnya.

Melalui KKN Kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di desa, mempercepat pengentasan kemiskinan, sekaligus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan jiwa pengabdian kepada masyarakat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.