Para Wali, 'Ikon Bandung' itu Berkiblat Ajaran Tarekatnya ke Cirebon
Oleh Bambang Melga
TULISAN ini mencoba untuk menguak rahasia terbesar, yang sudah dilupakan para keturunan anak wali, aulianya orang Pasundan.
Terkhususnya para keturunan dari para Mama Eyang di Bandung dan sekitarnya.
Hal ini terkait kepewarisan ilmu, ajaran Karuhun, kebenaran pikukuh sejati, kiblat kewilayahan ajaran, atau pusat tarekatnya.
Dimana kiblat pusat tarekat, yang di pakai para Karuhun kita, khususnya dalam menaiki tangga jenjang kewalian, yang bisa mereka peroleh, sudah sangat jelas dan terang benderang sesungguhnya dalam hal berthoriqah.
Dan pada akhirnya, karena salah berkiblat, berthoriqah yang salah, atau mengambil Thoriqah asing, tidak mengambil pusat ke arah Kiblat ketarekatan seperti para karuhunnya ke Cirebon.
Lantas hasilnya apa yang terjadi...?
Seperti apa yang penulis lihat, para anak cucu, cicit dari para aulia yang ada di Bandung itu, usaha mereka untuk mencapai maqom kewalian, ingin seperti karuhun mereka, kini seakan sulit digapai oleh para keturunannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!