IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Para Wali, 'Ikon Bandung' itu Berkiblat Ajaran Tarekatnya ke Cirebon

ED
Kamis, 20 Juni 2024 | 01:42 WIB
Bagikan
Para Wali, 'Ikon Bandung' itu Berkiblat Ajaran Tarekatnya ke Cirebon

Hingga yang ada... Seperti yang penulis banyak saksikan...

Mereka anak turunannya, hanya bisa menjadi pendongeng, hanya cuma bisa menceritakan ke istimewaan kakek buyutnya, bahwa karuhun, moyang mereka dahulu, punya karomah ini dan itu, yang nyatanya, dia, anak turunannya, tidak bisa mencapai maqom mulia seperti kakek moyangnya tersebut.

Bahkan mirisnya lagi... Ini penulis saksikan sendiri, suatu hal yang nyata dan kongkrit, dimana ada sebagian anak turunan para tokoh mulia, aulianya Bandung, mereka seakan tidak mau berberat-berat jadi santri, mau mesantren, atau belajar mendalami ilmu agama hingga mumpuni, sehingga ke depan minimalnya, mereka bisa jadi ustad, atau bagus-bagusnya bisa jadi kiai nantinya.

Yang terjadi, dan penulis juga merasa miris, anak seketurunan aulia itu, malah mau-maunya menjadi penjaga pintu makam karuhunnya, mengharap sedekah dari pengunjung, padahal bukan itu yang di mau oleh kakek moyang para karuhunnya.

Doa mereka terus melangit saat masih hidup, menginginkan anak putunya bisa jadi penerus penegak syiar agama.

Yaa, sungguh, mereka para kakek moyang kita, sangat berharap anak incunya jadi manusia bermanfaat, bukan memanfaatkan para penziarah yang sudah datang dari jauh-jauh mendoakan kakek moyangnya, dan hanya berharap para penziarah mengisi keropak amalnya.

Mengapa demikian ?

Sejauh pengamatan penulis... Mengapa fenomena ini terjadi ?

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.