Para Wali, 'Ikon Bandung' itu Berkiblat Ajaran Tarekatnya ke Cirebon
Dan ingat, yang seperti itu, ia hanya sampai pada maqom pendongeng profesional, tidak secuilpun ia bisa sampai pada maqom kewalian.
Dan posisinya Ia hanya sampai pada Maqom menjadi Kiai Pendongeng....
Kiai penghibur yang mampu memukau umat, dengan dongeng karuhunnya yang bisa terbang, konon bisa menghidupkan orang mati, bahkan bisa memadamkan api neraka, dan bisa membuat malaikat pencatat amal soleh dan keburukan sampai bisa beristirahat.
Waaaddduuuh... Masyaallah, Nauzubillahi Mindzalik, kebodohan teramat sangat, dan bualannya itu semua sangat khurafat, nol besar ilmunya, maka jika ada kiai atau ustad, bahkan Habib seperti itu, ia telah jadi penipu, menjual kebodohan, yang bermaksud membodohi umat.
Waadduuuh ko bisa begitu yaa... Pe-er yang kita dapat dari moyang kita, ternyata ini sungguh sangat luar biasa, para karuhun membuat peta jalan rahasia, yang cuma bisa dibaca oleh keturunannya yang cerdas.
Sebab jika tak cerdas, tidak awas, dan boloho (bodoh), para anak keturunannya bisa menganggap pewarisan ke ilmuan dari kakek moyang, karuhunnya itu kuno.
Ia beranggapan warisan ilmu karuhunnya ketinggalan jaman, hingga mereka berkiblat ke kiblat yang baru.
Dan lantas meninggalkan peta yang sudah pasti, yang telah dibuat oleh karuhunnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!