Para Wali, 'Ikon Bandung' itu Berkiblat Ajaran Tarekatnya ke Cirebon
Semesta menjawab bahwa ajaran karuhun kita, untuk bisa mencapai maqom kewalian itu sudah jelas, hanya dengan berjuhud, menjaga ketawadhuan hatinya untuk terkait pada Allah, dengan cara ekstrim mereka mau berujlah, pergi dari sebuah keramaian ke tempat yang aman bagi hatinya.
Yaa, itu di buat, agar bisa mengapai maqom kewalian, yang memerlukan perjuangan rasa dan raga, hingga harus merasakan bagaimana perih dan getirnya tempaan untuk membuat hati selalu bersama illahi.
Ingat ! Para Karuhun Aulia Bandung mereka merupakan, "Ikonnya," Bandung dan sekitarnya, seperti nama besar Mama Eyang Mahmud, dan Mama Eyang Cibaduyut.
Jangan salah berkiblat ! Jangan juga salah mengambil sahabat.
Karena jalan pewarisan karuhun kita sudah jelas, untuk bisa menjadikan kita mulia, hingga bisa mengantar kita, untuk sampai pada jenjang maqom kewalian sejati, yang mulia seperti para karuhun bapak kakek moyang kita.
Bukan sampai jadi seorang pendongeng, yang menceritakan hebatnya karuhun.
Maka ingat, jangan ambil jalan baru, "omat, omat !"
Hingga kamu, kalian, wahai para anak cucu Aulia Ikon Bandung, jangan sampai tega, kalian meninggalkan ajaran Cirebon, meninggalkan ajaran Sunan Gunung Djati, yang merupakan arah kiblat thareqatmu yang asli.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!