Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Nur Husin, Mengabdi di "Kampung Kristen"

ED
Selasa, 4 April 2023 | 06:25 WIB
Bagikan
Nur Husin, Mengabdi di "Kampung Kristen"

VISI.NEWS | BANDUNG - Waktu dhuhur tersisa sepertiga ketika Nur Husin pulang dari hutan mencari kayu bakar. Aktivitas ini sampingan saja selepas ia menjalani pekerjaan utama sebagai tukang es keliling sejak pagi. Sudah puluhan kilometer ia tempuh, pindah dari sekolah ke sekolah, dari kampung ke kampung, untuk menjajakan dagangannya. Dalam letih, selanjutnya Husin mesti bergegas mandi, berangkat ke mushala, dan mengajar hingga menjelang maghrib tiba.

Husin merupakan satu-satunya guru ngaji di Dusun Kwangenrejo, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Jarak Kwangenrejo belasan kilometer dari pusat Kota Bojonegoro. Kanan kirinya terhampar sawah penduduk. Di tepi selatan, kampung ini berbatasan dengan hutan mahoni. Menuju ke sana berarti menyusuri kelokan jalan tak rata, berbatu dan berdebu. Ada satu mushala, dua gereja, dan tiga puluhan anjing piaraan warga.

Orang-orang biasa menyebutnya “Kampung Kristen”. Sebutan ini lebih populer ketimbang nama administratif sebagaimana tercatat di kantor kelurahan. Data populasi penduduk menunjukkan, dari sekitar 55 kepala keluarga (KK), 60 persen di antaranya beragama Kristen dan 35 persen beragama Islam. Selebihnya adalah penganut di luar dua agama ini.

Dua gereja di Kwangenrejo mewakili dua organisasi Kristen Protestan, yakni Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) dan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB). Organisasi GKJTU berpusat di Salatiga, Jawa Tengah, sementara GPIB di Jakarta. Masing-masing memiliki tata cara ibadah dan perisitilahan yang khas. Penatua Gereja GKJTU Jemaat Kwangenrejo, Yono, mengibaratkan hubungan keduanya seperti dua kamar berbeda yang berada dalam satu rumah. Satu keluarga di Kwangenrejo bisa terdiri dari pengikut organisasi gereja yang berbeda, bahkan agama yang tak sama.

“Meski berbeda, alhamdulillah seluruh penduduk hidup rukun. Perbedaan keyakinan bukan masalah bagi penduduk di sini,” kata Suharjo, Ketua RT 37/RW 10, alamat Mushala Darus Salam, tempat Husin rutin mengajar ngaji.

Melawan Himpitan Ekonomi

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.