Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Nur Husin, Mengabdi di "Kampung Kristen"

ED
Selasa, 4 April 2023 | 06:25 WIB
Bagikan
Nur Husin, Mengabdi di "Kampung Kristen"

Tiap hari Husin kuwalahan menangani pembelajaran peserta didiknya seorang diri. “Dulu, sebelum istri punya tanggungan anak, dia biasa menemani saya mengajar, namun saat ini sudah sibuk merawat putri kami yang baru berusia satu setengah tahun.”

Jika untuk buku seharga Rp 2000 saja berat, jangan tanya bagaimana wali santri akan menggaji guru anak-anak mereka tiap bulan. Mereka tidak ada waktu berpikir ke arah itu. Lagi pula pikiran semacam ini juga tak pernah terlintas di pikiran Husin.

“Dia tidak pernah sekalipun mau menerima uang dari warga. Padahal dari segi ekonomi dia sangat membutuhkan,” cerita Suharjo, Ketua RT. Suharjo mengaku betul-betul salut ketulusan pemuda pendatang yang satu ini.

Saat ini yang dibutuhkan Husin adalah perhatian orang tua terhadap anaknya. Ia mengaku tak semua peserta didiknya sanggup ia kelola. Teruma ketika anak menjelang kenaikan jenjang SMP.

Seolah tradisi, manakala pelajar purna di bangku sekolah dasar maka purna pulalah masa mereka mengaji. Ia merasa beruntung belakangan sudah memberi mereka materi akhlak dari kitab Akhlaqul Banin dan Taisirul Khalaq; serta hukum Islam dasar dari kitab Mabadi’ul Fiqih ketika mereka menginjak kelas enam SD. Setidaknya belak tersebut mengurangi kekhawatiran masa depan santri di tengah kampungnya yang “tak beragama” dan dunia perganulan yang kian bebas.

Pelan-pelan tahun ini ia juga sukses mendorong dua santrinya nyantri ke Pondok Pesantren Modern Syakur Al-Marzuqi Nglingi, Ngasem, sekitar 15 kilometer dari Kwangenrejo. Husin berharap, mereka kelak dapat membantu hidupnya syiar Islam di Kwangenrejo. Menunjang, bahkan melanjutkan, perjuangan yang ia dan Kiai Fauzan lakukan.

Bentuk bantuan seperti itulah yang paling berharga bagi Husin. Apakah Husin tak membutuhkan sumbangan materiil?

“Oh, tentu. Tapi tolong diusahakan jangan berupa uang. Barang akan lebih afdol. Saya yang miskin takut menunggangi TPQ.” Husin lalu menerawang, santri-santrinya kelak juga bisa memakai pakaian seragam, memiliki perpustakaan, dan merayakan pesta khataman. “Doakan saya istiqamah,” tuturnya.@mpa/kemenag/mahbib khoiron

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.