Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Nur Husin, Mengabdi di "Kampung Kristen"

ED
Selasa, 4 April 2023 | 06:25 WIB
Bagikan
Nur Husin, Mengabdi di "Kampung Kristen"

Hanya karena diminta menjadi buruh tani oleh pemilik sawah, seseorang bersedia murtad dari Islam ke Kristen atau sebaliknya. Tapi tak banyak yang mampu menyogok penduduk. Mayoritas sibuk dengan kondisi ekonominya masing-masing. Mushala dan gereja pun tak sementereng di kota-kota.​​​​​​​

Dengan kenyataan seperti ini, Husin menolak data populasi yang mengungkapkan bahwa warga Kwangenrejo bisa dibagi dalam kelompok besar, yakni Kristen dan Islam. Menurutnya, mayoritas di dusun miskin ini adalah abangan, bahkan tidak beragama. Goyahnya akidah dengan sedikit iming-iming “kesejahteraan” adalah bukti konkretnya.

Anak Susah Mengaji

Setelah menetap sekitar hampir setahun sejak 2011, melihat pandangan dunia masyarakat muslim di sana yang demikian, Husin berinisiatif membuka TPQ di Mushola Darus Salam. Baginya, mengajar anak-anak mereka adalah hal yang paling penting.

Gayung pun bersambut, pihak Mushola mendukung penuh ide Husin. Akhirnya, pengajaran mengaji dimulai meski dengan santri minim. “Awalnya hanya tiga anak, lalu lama kelamaan bertambah,” imbuhnya.

Proses pembelajaran pun tak semulus yang dibayangkan. Ketika orang tua santri diminta membelikan buku panduan cara cepat baca al-Qur’an metode an-Nahdliyah—mereka menyebutnya jilidan—tak satu pun dari mereka merespon. Padahal, harganya tak lebih dari Rp 2000.

Untuk menambal kekosongan itu, Husin dulu sempat bingung dari mana bisa mendapatkan jilidan untuk santri-santrinya sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja masih serba kekurangan. Cukup berat baginya membeli jilidan untuk 50-an santri, meskipun yang aktif hadir sering hanya 25-30 anak. Celana pendek dan kaos oblong adalah “seragam” keseharian mereka.

“Saya tak mungkin mengandalkan orang tua santri yang sama-sama hidup pas-pasan. Semangan pendidikannya juga pas-pasan. Akhirnya saya bertekad untuk menyisihkan sedikit demi sedikit hasil jualan saya untuk membeli jilidan,” kisahnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.