Muktamar NU Sentil Polemik DNA Nasab
Ilustrasi test DNA. /visi.news/ist
VISI.NEWS — Polemik mengenai nasab keturunan Nabi Muhammad SAW dan penggunaan tes DNA kembali mendapat perhatian dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Persoalan tersebut menjadi relevan setelah Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah membahas status data DNA, termasuk persoalan pemanfaatan dan komersialisasinya. Dalam keputusan yang dilaporkan pada Sidang Pleno III, Sabtu (29/8/2026), NU menegaskan bahwa data DNA merupakan bagian dari hak privasi pemiliknya dan tidak dapat dikomersialkan tanpa persetujuan.
Keputusan tersebut datang di tengah polemik panjang mengenai penggunaan bukti genetik untuk menelusuri garis keturunan, termasuk perdebatan mengenai klaim sebagian orang yang menyandang gelar Habib atau Sayyid sebagai keturunan Rasulullah SAW.
Namun, keputusan Bahtsul Masail mengenai privasi dan komersialisasi DNA tidak secara eksplisit menetapkan benar atau tidaknya nasab seseorang. Forum tersebut membahas status data DNA dan batas pemanfaatannya, bukan memberikan penetapan terhadap nasab individu atau kelompok tertentu.
Polemik nasab dan DNA sendiri sebelumnya telah berkembang menjadi perdebatan yang cukup keras di tengah masyarakat. Salah satu nama yang pernah terseret dalam perdebatan tes DNA adalah Habib Rizieq Shihab. Pada 2020, muncul tantangan publik agar Rizieq menjalani tes DNA untuk membuktikan klaim garis keturunannya. Pada saat itu, pemberitaan juga memuat penjelasan mengenai silsilah Rizieq dari pihak yang mengakui pencatatan nasabnya.
Di tengah perdebatan tersebut kemudian muncul kelompok dan tokoh yang menggunakan pendekatan sejarah, ilmu nasab, serta genetika untuk mempertanyakan sejumlah klaim nasab. Salah satu organisasi yang kini aktif dalam isu tersebut adalah Perjuangan Walisongo Indonesia atau PWI-LS. Situs organisasi tersebut menunjukkan bahwa PWI-LS aktif mengangkat isu genealogis dan sejarah serta menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!