Mengenang Kembali Jejak Marsinah
Marsinah. /visi.news/ai
Dalam sambutannya, Presiden menyebut Marsinah sebagai simbol keberanian perempuan muda yang memperjuangkan hak-hak pekerja dan rakyat kecil.
“Museum ini didirikan sebagai lambang, simbol, dan tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” kata Prabowo.
Presiden juga menegaskan tragedi seperti yang dialami Marsinah seharusnya tidak pernah terjadi di negara yang berlandaskan Pancasila dan keadilan sosial.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan museum tersebut akan menjadi pusat edukasi sejarah perjuangan buruh, termasuk perjuangan upah minimum, hak cuti hamil, dan hak berserikat.
Museum itu diharapkan menjadi pengingat bagi negara, aparat penegak hukum, dan dunia usaha agar kekerasan terhadap pekerja tidak pernah terulang lagi.
Lebih dari 30 tahun berlalu, Marsinah tetap menjadi nama yang tak pernah hilang dari sejarah perjuangan rakyat Indonesia. Ia bukan pejabat, bukan jenderal, dan bukan elite politik. Ia hanyalah seorang buruh muda yang memilih melawan ketidakadilan.
Namun justru karena itulah, kisah Marsinah menjadi begitu kuat.
Ia menjadi simbol bahwa suara rakyat kecil bisa mengguncang kekuasaan, bahkan ketika tubuhnya telah dibungkam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!