Menelusuri Jejak Manusia Purba di Trinil

ED
Jumat, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB
Bagikan
/
  • Perjalanan napak tilas sejarah yang dilakukan Tim Gowes VISI.NEWS Aep S. Abdullah, Edi Sudjono dan Untung Sumarsono pada Kamis (18/6/2026) membawa rombongan ke salah satu situs paleoantropologi paling penting di dunia, Museum Trinil di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Di tempat inilah sejarah panjang penelitian manusia purba di Indonesia bermula dan mengubah cara dunia memandang evolusi manusia.

VISI.NEWS | NGAWI – Kehadiran Tim Gowes VISI.NEWS disambut hangat oleh Dedi Hayu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi. Dengan penuh antusias, ia menjelaskan berbagai temuan penting yang menjadikan Trinil dikenal luas dalam dunia ilmu pengetahuan internasional.

Menurut Dedi Hayu, ketertarikan dunia terhadap Trinil tidak dapat dilepaskan dari perdebatan panjang mengenai asal-usul manusia yang berkembang sejak abad ke-19. Kala itu, teori evolusi yang diperkenalkan Charles Darwin memunculkan berbagai pertanyaan tentang hubungan manusia dengan primata dan keberadaan mata rantai yang hilang atau missing link.

"Trinil sering dikaitkan dengan pencarian missing link, tetapi hingga sekarang teori itu tidak pernah benar-benar terbukti. Yang ditemukan adalah hominid atau Homo erectus. Artinya manusia memiliki jalur evolusi sendiri, sedangkan kera dan gorila memiliki jalur yang berbeda," jelas Dedi.

Ia menambahkan bahwa dalam pandangan ilmiah modern, manusia dan kera memang berada dalam satu rumpun primata, tetapi berkembang melalui cabang yang berbeda dalam pohon kehidupan. Karena itu, anggapan bahwa manusia berasal langsung dari kera merupakan penyederhanaan yang tidak tepat terhadap teori evolusi.

Penemuan yang Mengubah Dunia

Nama Trinil mendunia setelah ditemukannya fosil Homo erectus oleh ilmuwan Belanda Eugène Dubois pada akhir abad ke-19. Temuan tersebut menjadi tonggak penting lahirnya cabang ilmu paleoantropologi modern.

"Yang ditemukan di Trinil bukan manusia purba tertua, tetapi merupakan penemuan pertama yang menggemparkan dunia dan menjadi salah satu dasar berkembangnya ilmu paleoantropologi, arkeologi, dan geologi," ujar Dedi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.