Menelusuri Jejak Manusia Purba di Trinil
Salah satu ciri utama Homo erectus Trinil adalah volume otaknya yang diperkirakan mencapai sekitar 900 cc, lebih besar dibandingkan kera besar tetapi masih di bawah manusia modern yang rata-rata memiliki volume otak sekitar 1.400 cc.
Berdasarkan rekonstruksi para peneliti, Homo erectus Trinil memiliki postur tubuh yang tidak jauh berbeda dengan manusia masa kini. Tingginya diperkirakan mencapai 165 hingga 170 sentimeter dengan kemampuan menopang berat badan antara 80 hingga 104 kilogram.
Ciri fisik lainnya meliputi tonjolan alis yang kuat, dahi yang lebih sempit, akar hidung yang lebar, serta rahang yang kokoh. Struktur tubuh tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan pada zamannya.
Bukti Penyakit pada Manusia Purba
Salah satu fakta menarik yang disampaikan Dedi Hayu adalah ditemukannya indikasi penyakit pada fosil manusia purba.
Melalui penelitian terhadap tulang paha atau femur yang ditemukan di kawasan Trinil, para ilmuwan menemukan adanya deformasi pada bagian tertentu yang diduga terkait gangguan kesehatan serius.
"Dari penelitian terhadap femur ditemukan indikasi patologi pada persendian. Bahkan ada dugaan penyakit yang menyerupai kanker sudah ada sejak zaman manusia purba," ungkapnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa berbagai penyakit yang dikenal manusia modern ternyata telah muncul jauh sebelum peradaban berkembang seperti sekarang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!