BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

Mengenang Kembali Jejak Marsinah

ED
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:45 WIB
Bagikan
Mengenang Kembali Jejak Marsinah

Marsinah. /visi.news/ai

Pada malam 5 Mei 1993, Marsinah hilang secara misterius. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan di wilayah Jegong, Wilangan, Nganjuk, sekitar 100 kilometer dari Sidoarjo.

Kondisi tubuhnya mengenaskan.

Hasil otopsi menunjukkan Marsinah mengalami penyiksaan berat sebelum dibunuh. Tulang panggulnya hancur, alat vitalnya rusak parah, dan terdapat luka-luka serius di tubuhnya. Ahli forensik Abdul Mun'im Idries bahkan menyatakan kemungkinan adanya tembakan senjata api yang menyebabkan kerusakan fatal pada tubuh Marsinah.

Kasus ini langsung memicu kemarahan publik nasional dan internasional.

Dugaan Keterlibatan Aparat Militer

Penyelidikan kasus Marsinah sejak awal dipenuhi kontroversi. Sejumlah petinggi perusahaan PT CPS ditangkap dan dipaksa mengaku terlibat pembunuhan. Namun dalam proses pengadilan, banyak terdakwa mengaku mengalami penyiksaan selama interogasi.

Mahkamah Agung akhirnya membebaskan seluruh terdakwa karena dinilai tidak terbukti bersalah. Amnesty International dan berbagai organisasi HAM menilai proses hukum tersebut sarat rekayasa untuk menutupi dugaan keterlibatan aparat militer.

Sampai hari ini, pelaku utama pembunuhan Marsinah tidak pernah benar-benar terungkap di pengadilan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.