Mengenang Kembali Jejak Marsinah
Marsinah. /visi.news/ai
Pada malam 5 Mei 1993, Marsinah hilang secara misterius. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan di wilayah Jegong, Wilangan, Nganjuk, sekitar 100 kilometer dari Sidoarjo.
Kondisi tubuhnya mengenaskan.
Hasil otopsi menunjukkan Marsinah mengalami penyiksaan berat sebelum dibunuh. Tulang panggulnya hancur, alat vitalnya rusak parah, dan terdapat luka-luka serius di tubuhnya. Ahli forensik Abdul Mun'im Idries bahkan menyatakan kemungkinan adanya tembakan senjata api yang menyebabkan kerusakan fatal pada tubuh Marsinah.
Kasus ini langsung memicu kemarahan publik nasional dan internasional.
Dugaan Keterlibatan Aparat Militer
Penyelidikan kasus Marsinah sejak awal dipenuhi kontroversi. Sejumlah petinggi perusahaan PT CPS ditangkap dan dipaksa mengaku terlibat pembunuhan. Namun dalam proses pengadilan, banyak terdakwa mengaku mengalami penyiksaan selama interogasi.
Mahkamah Agung akhirnya membebaskan seluruh terdakwa karena dinilai tidak terbukti bersalah. Amnesty International dan berbagai organisasi HAM menilai proses hukum tersebut sarat rekayasa untuk menutupi dugaan keterlibatan aparat militer.
Sampai hari ini, pelaku utama pembunuhan Marsinah tidak pernah benar-benar terungkap di pengadilan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!