Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Mengenang Kembali Jejak Marsinah

ED
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:45 WIB
Bagikan
Mengenang Kembali Jejak Marsinah

Marsinah. /visi.news/ai

Pada malam 5 Mei 1993, Marsinah hilang secara misterius. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan di wilayah Jegong, Wilangan, Nganjuk, sekitar 100 kilometer dari Sidoarjo.

Kondisi tubuhnya mengenaskan.

Hasil otopsi menunjukkan Marsinah mengalami penyiksaan berat sebelum dibunuh. Tulang panggulnya hancur, alat vitalnya rusak parah, dan terdapat luka-luka serius di tubuhnya. Ahli forensik Abdul Mun'im Idries bahkan menyatakan kemungkinan adanya tembakan senjata api yang menyebabkan kerusakan fatal pada tubuh Marsinah.

Kasus ini langsung memicu kemarahan publik nasional dan internasional.

Dugaan Keterlibatan Aparat Militer

Penyelidikan kasus Marsinah sejak awal dipenuhi kontroversi. Sejumlah petinggi perusahaan PT CPS ditangkap dan dipaksa mengaku terlibat pembunuhan. Namun dalam proses pengadilan, banyak terdakwa mengaku mengalami penyiksaan selama interogasi.

Mahkamah Agung akhirnya membebaskan seluruh terdakwa karena dinilai tidak terbukti bersalah. Amnesty International dan berbagai organisasi HAM menilai proses hukum tersebut sarat rekayasa untuk menutupi dugaan keterlibatan aparat militer.

Sampai hari ini, pelaku utama pembunuhan Marsinah tidak pernah benar-benar terungkap di pengadilan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.