Mengenal Jenderal Ryamizard Ryacudu, Tokoh Militer Berpengaruh Indonesia
Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 76 tahun. /visi.news/ai
Setelah memasuki masa purnatugas dari militer, Ryamizard tetap aktif dalam berbagai kegiatan strategis nasional. Puncaknya terjadi ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada 27 Oktober 2014. Ia menjabat sebagai Menhan hingga 20 Oktober 2019 dalam Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
Selama menjabat Menteri Pertahanan, Ryamizard dikenal aktif memperkuat kerja sama pertahanan internasional, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta memperkuat konsep bela negara sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional. Ia juga dikenal memiliki pandangan kuat mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada 2019, Ryamizard menyerahkan jabatan Menteri Pertahanan kepada Prabowo Subianto yang ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk memimpin Kementerian Pertahanan periode berikutnya.
Di luar karier militer dan pemerintahan, Ryamizard juga memiliki latar belakang keluarga yang cukup dikenal. Ia menikah dengan Nora Tristyana, putri dari mantan Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak.
Atas kontribusinya di bidang pertahanan, Ryamizard menerima berbagai penghargaan dan pengakuan. Pada 2019, ia memperoleh Bintang Penghargaan Veteran Tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Dua tahun kemudian, ia dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Ilmu Pertahanan bidang Perang Semesta dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Pada 31 Mei 2026, kabar duka datang setelah Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 76 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah militer dan pertahanan Indonesia.
Bagi banyak kalangan, Ryamizard dikenang sebagai sosok jenderal dengan karakter tegas, loyal terhadap negara, serta memiliki dedikasi panjang dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan Indonesia. Dari medan militer hingga kursi Menteri Pertahanan, perjalanan hidupnya menjadi bagian penting dari sejarah pertahanan nasional Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!