Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026 Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026

Mengenal Jenderal Ryamizard Ryacudu, Tokoh Militer Berpengaruh Indonesia

ED
PN
Senin, 1 Juni 2026 | 05:26 WIB
Bagikan
Mengenal Jenderal Ryamizard Ryacudu, Tokoh Militer Berpengaruh Indonesia

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 76 tahun. /visi.news/ai

VISI.NEWS | JAKARTA – Nama Ryamizard Ryacudu dikenal luas sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah modern Indonesia. Karier panjangnya di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga menjadi Menteri Pertahanan menjadikan sosoknya memiliki peran penting dalam dunia pertahanan dan keamanan nasional selama beberapa dekade.

Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang pada 21 April 1950. Ia berasal dari keluarga militer. Ayahnya, Mayjen TNI (Purn) Musannif Ryacudu, merupakan tokoh militer yang dikenal dekat dengan Presiden pertama Indonesia, Sukarno, dan memiliki pengaruh besar di wilayah Lampung serta Sumatera bagian selatan.

Sejak muda, Ryamizard menempuh pendidikan militer dan menjadi lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada tahun 1974. Setelah lulus, ia memulai kariernya di lingkungan TNI Angkatan Darat dan dikenal sebagai perwira infanteri yang memiliki karakter tegas serta disiplin tinggi. 

Karier militernya terus berkembang hingga menduduki berbagai jabatan strategis. Pada 1999, Ryamizard dipercaya menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya. Di tahun yang sama, ia kemudian ditunjuk menjadi Pangdam Jaya/Jayakarta yang bertanggung jawab atas keamanan wilayah ibu kota negara. 

Kariernya semakin menanjak ketika pada tahun 2000 ia dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), salah satu posisi paling prestisius di lingkungan TNI AD. Jabatan tersebut diembannya hingga 2002 sebelum kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). 

Sebagai KSAD, Ryamizard memimpin TNI Angkatan Darat pada periode 2002 hingga 2005. Pada masa itu, ia dikenal sebagai salah satu jenderal yang memiliki pengaruh besar dalam kebijakan pertahanan nasional dan penanganan berbagai persoalan keamanan dalam negeri.

Nama Ryamizard juga pernah masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Pada 2006, namanya diajukan ke DPR sebagai kandidat kuat untuk menduduki posisi tertinggi di tubuh TNI. Namun pada akhirnya, jabatan Panglima TNI diberikan kepada Djoko Suyanto. 

Setelah memasuki masa purnatugas dari militer, Ryamizard tetap aktif dalam berbagai kegiatan strategis nasional. Puncaknya terjadi ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada 27 Oktober 2014. Ia menjabat sebagai Menhan hingga 20 Oktober 2019 dalam Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. 

Selama menjabat Menteri Pertahanan, Ryamizard dikenal aktif memperkuat kerja sama pertahanan internasional, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta memperkuat konsep bela negara sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional. Ia juga dikenal memiliki pandangan kuat mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Pada 2019, Ryamizard menyerahkan jabatan Menteri Pertahanan kepada Prabowo Subianto yang ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk memimpin Kementerian Pertahanan periode berikutnya. 

Di luar karier militer dan pemerintahan, Ryamizard juga memiliki latar belakang keluarga yang cukup dikenal. Ia menikah dengan Nora Tristyana, putri dari mantan Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak

Atas kontribusinya di bidang pertahanan, Ryamizard menerima berbagai penghargaan dan pengakuan. Pada 2019, ia memperoleh Bintang Penghargaan Veteran Tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Dua tahun kemudian, ia dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Ilmu Pertahanan bidang Perang Semesta dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia.

Pada 31 Mei 2026, kabar duka datang setelah Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 76 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah militer dan pertahanan Indonesia. 

Bagi banyak kalangan, Ryamizard dikenang sebagai sosok jenderal dengan karakter tegas, loyal terhadap negara, serta memiliki dedikasi panjang dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan Indonesia. Dari medan militer hingga kursi Menteri Pertahanan, perjalanan hidupnya menjadi bagian penting dari sejarah pertahanan nasional Indonesia. 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.