Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

IHSG Ambruk Dipicu Tekanan Saham Komoditas dan Sentimen Global

Desi Rossilawati
Jumat, 8 Mei 2026 | 15:30 WIB
Bagikan
IHSG Ambruk Dipicu Tekanan Saham Komoditas dan Sentimen Global

VISI.NEWS | JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Memasuki sesi kedua, IHSG tiba tiba anjlok 179,73 poin atau turun 2,51 persen ke level 6.994,58 per pukul 15.25 WIB.

Koreksi tajam terjadi di tengah tekanan besar pada saham sektor komoditas. Berdasarkan data pasar, saham berbasis emas, nikel, batu bara, hingga timah mengalami pelemahan signifikan dan menjadi penekan utama pergerakan indeks.

Sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang membayangi pasar. Perkembangan situasi perang global membuat pelaku pasar cenderung berhati hati dan memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Selain faktor global, pasar domestik juga tengah menanti sejumlah agenda penting. Salah satunya pengumuman cadangan devisa yang kerap menjadi indikator ketahanan ekonomi nasional terhadap tekanan eksternal.

Di sisi lain, pelaku pasar mulai mencermati quarterly review indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026. Evaluasi indeks global tersebut berpotensi memengaruhi arus modal asing serta komposisi saham unggulan di pasar Indonesia.

Tekanan pasar juga diperkirakan dipengaruhi faktor teknikal menjelang pekan perdagangan yang lebih pendek pada minggu depan. Kondisi itu biasanya membuat investor lebih selektif dalam mengambil posisi.

Meski mayoritas saham bergerak di zona merah, aktivitas perdagangan tetap terbilang tinggi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp30,64 triliun dengan volume perdagangan 46,21 miliar saham dalam 2,44 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp12.475 triliun. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.