IHSG Berpotensi Mendatar, Investor Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

Desi Rossilawati
Senin, 29 Juni 2026 | 12:17 WIB
Bagikan
IHSG Berpotensi Mendatar, Investor Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (29/6/2026) diperkirakan bergerak mendatar seiring pelaku pasar mencermati sejumlah data ekonomi domestik dan global yang dijadwalkan rilis sepanjang pekan ini.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 35,90 poin atau 0,61 persen ke level 5.932,03. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 0,98 poin atau 0,17 persen ke posisi 584,70.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan pelaku pasar mengamati kemampuan indeks bertahan di area support maupun menembus level resistance terdekat.

“Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi dengan pelaku pasar mencermati kemampuan IHSG bertahan di area support 5.882 atau 5.688 atau 5.520, sementara resistance terdekat berada pada kisaran 5.996-6.013 atau 6.097 atau 6.221–6.287,” ujar Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari pasar global, investor akan mencermati sejumlah indikator ekonomi penting, antara lain data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) Amerika Serikat, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, data Non-Farm Payrolls (NFP), tingkat pengangguran Amerika Serikat, PMI manufaktur China, serta data inflasi Zona Euro.

Selain itu, perhatian pasar masih tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen dinilai membaik setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara yang membuka peluang kembali beroperasinya Selat Hormuz.

“Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global, sehingga turut menekan harga minyak dunia dan membantu menjaga stabilitas sentimen pasar keuangan,” ujar Liza.

Di sisi lain, pelaku pasar juga terus memantau arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) setelah data inflasi PCE dirilis sesuai ekspektasi pasar. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga acuan pada tahun ini.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.