Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026

Legislator Minta Pemerintah Lakukan Kajian Matang terkait Wacana Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau

ED
Senin, 12 Desember 2022 | 17:49 WIB
Bagikan
Legislator Minta Pemerintah Lakukan Kajian Matang terkait Wacana Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi XI Anis Byarwati meminta pemerintah melakukan pengkajian yang matang terkait wacana kenaikan tarif cukai hasil tembakau tahun 2023-2024.

Menurut Anis, hal ini bisa berpengaruh banyak pada penerimaan negara dan juga tenaga kerja di industri rokok, mengingat sampai saat ini cukai hasil tembakau masih menjadi sumber penerimaan negara terbesar dibanding cukai lainnya.

“Ketika akan dilakukan kenaikan tarif cukai, tentu harus dipikirkan dengan matang karena bagaimanapun kita harus mempertimbangkan berbagai sisi, di samping industri ini banyak sekali menyerap tenaga kerja, utamanya perempuan. Kemudian juga industri ini menyumbang penerimaan negara yang begitu besarnya. Jadi memang kita minta pemerintah harus bisa mempertimbangkan keseimbangan antara sisi kesehatan itu juga penting, bagaimana konsumsi rokok kalangan anak-anak itu harus dibatasi dan tapi juga bagaimana peran negara dari cukai itu belum ada penggantinya,” jelas Anis saat ditemui usai rapat Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin, (12/12/2022), dilansir dari laman resmi DPR RI.

Menurut Anis, hal ini memang masih menjadi dilema karena jika dinaikan tentu akan berdampak pada petani, pekerja di industri tembakau, dan secara tidak langsung akan berpengaruh pada perekonomian banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada industri tembakau.

“Ketika dilakukan kenaikan tarif, yang akan berdampak adalah industrinya, nanti arahnya kepada petaninya. Petani tembakau akan terkena imbasnya. Maksudnya dari kenaikan inikan untuk mengendalikan konsumsi tapi dari yang dipaparkan ternyata tidak signifikan, kenaikan cukai itu tidak semerta-merta menurunkan konsumsi rokok dan itu didukung oleh beberapa hasil survei,” jelas Politisi Fraksi PKS ini.

Di akhir, Anis meminta pemerintah juga memperhatikan terkait peluang munculnya rokok-rokok ilegal dampak dari kenaikan tarif cukai hasil rokok nantinya.

Untuk itu, Anis meminta pemerintah membuat roadmap terkait roadmap transformasi tentang industri hasil tembakau agar mempermudah gambaran dalam mengambil keputusan dengan pertimbangan-pertimbangan yang sudah disampaikan dalam hasil rapat bersama Komisi XI.

“Produk rokok ini sudah menjadi produk inelastis, berapapun harganya ternyata orang tetap konsumsi. Ketika penghasilannya tinggi, dia (pembeli) mampu membeli merek yang dia pilih, ketika dia tidak mampu dia akan beralih ke rokok yang lebih murah, dan kemudian ini akan memunculkan (peluang) rokok ilegal, dan ini juga menjadi PR besar,” tutupnya. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.