KHUTBAH JUMAT | Menyesali Hilangnya Kesempatan Melakukan Ketaatan
“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya.
Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata:
“Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”. lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (Quran At-Taubah: 91-92).
Di antara mereka yang bersedih tidak bisa berangkat ini adalah seorang sahabat yang bernama Ulbah bin Zaid radhiallahu ‘anhu. Di malam harinya, ia salat malam. Kemudian sambil menangis ia berkata,
: ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧَّﻚَ ﻗَﺪْ ﺃَﻣَﺮْﺕَ ﺑِﺎﻟْﺠِﻬَﺎﺩِ، ﻭَﺭَﻏَّﺒْﺖَ ﻓِﻴﻪِ، ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻋِﻨْﺪِﻱ ﻣَﺎ ﺃَﺗَﻘَﻮَّﻯ ﺑِﻪِ، ﻭَﻟَﻢْ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻓِﻲ ﻳَﺪِ ﺭَﺳُﻮﻟِﻚَ ﻣَﺎ ﻳَﺤْﻤِﻠُﻨِﻲ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺗَﺼَﺪَّﻕُ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﺑِﻜُﻞِّ ﻣَﻈْﻠِﻤَﺔٍ ﺃَﺻَﺎﺑَﻨِﻲ ﺑِﻬَﺎ ﻓِﻲ ﻣَﺎﻝٍ، ﺃَﻭْ ﺟَﺴَﺪٍ، ﺃَﻭْ ﻋِﺮْﺽٍ، ﺛُﻢَّ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺁﻟِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – : « ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻟْﻤُﺘَﺼَﺪِّﻕُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻠَﺔَ؟ » ، ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻘُﻢْ ﺃَﺣَﺪٌ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ : « ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻟْﻤُﺘَﺼَﺪِّﻕُ؟ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻢْ » ، ﻓَﻘَﺎﻡَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮَﻩُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺁﻟِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – : « ﺃَﺑْﺸِﺮْ؛ ﻓَﻮَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻧَﻔْﺲُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺑِﻴَﺪِﻩِ، ﻟَﻘَﺪْ ﻛُﺘِﺒَﺖْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓِ ﺍﻟْﻤُﺘَﻘَﺒَّﻠﺔِ !»
“Ya Allah, sungguh Engkau telah memerintahkan berjihad. Engkau motivasi untuk melakukannya. Namun Kau takdirkan aku tidak memiliki materi yang menguatkanku dalam jihad. Engkau juga menakdirkan tidak ada sesuatu di tangan Rasulullah yang bisa membawaku ke sana. Sungguh aku bersedekah untuk (memaafkan) setiap muslim atas kezaliman yang mereka lakukan padaku, baik pada harta, jasad, atau kehormatanku.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!