Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

KHUTBAH JUMAT | Menyesali Hilangnya Kesempatan Melakukan Ketaatan

ED
Jumat, 16 September 2022 | 06:29 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Menyesali Hilangnya Kesempatan Melakukan Ketaatan

VISI.NEWS -

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ، ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴﻨُﻪُ، ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ، ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭﺭِ ﺃﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ، ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ، ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦَ . ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ : ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ : ﺃُﻭﺻِﻴﻜُﻢْ ﻭَﻧَﻔْﺴِﻲ ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﴿ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍْ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍْ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ﴾ ‏[ ﺁﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ : 102 ].

Kaum muslim ibadallah, khatib mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jemaah sekalian agar kita semua senantiasa bertakwa kepada Allah Taala. Karena hanya dengan takwalah kita dapat meraih kesuksesan dalam mengarungi hidup di dunia dan akhirat.

Ibadallah, terdapat kisah kepahlawan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan Perang Tabuk. Mereka menyambut seruan kemuliaan untuk berhadapan dengan Romawi yang mulai mengancam negara Islam yang mulai tumbuh.

Perjalanan jihad ini amat jauh jaraknya. Dan di waktu musim panas yang sangat panas. Ditambah lagi kondisi perekonomian kaum muslim sedang krisis di saat itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memotivasi para sahabatnya untuk terlibat dalam penyediaan materi pasukan. Dan juga turut serta berangkat ke medan perang.

Para sahabat pun mengeluarkan harta mereka untuk mendanai perang. Dan siap mengorbankan jiwa mereka membela kebenaran. Mereka semaksimal mungkin memberi apa yang bisa mereka berikan.

Namun, di antara para sahabat, ada sebagian dari mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk turut serta dalam keberangkatan. Mereka bersedih. Mereka tidak mau menjadikan ketidak-mampuan mereka sebagai uzur untuk berangkat.

Lalu mereka menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka meminta juga agar dibawa serta. Diberi perbekalan perang. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan mereka uzur.

Dan beliau tak mampu memberi perbekalan apa pun kepada mereka. Sampai-sampai dalam kondisi susah ini, beliau tak mampu memberikan bekal walaupun hanya tali sandal.

Ibrahim bin Adham mengatakan,

ﻣَﺎ ﺳَﺄَﻟُﻮﻩُ ﺍﻟْﺨَﻴْﻞَ، ﻣَﺎ ﺳَﺄَﻟُﻮﻩُ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻨِّﻌَﺎﻝَ

“Mereka tidak meminta kuda perang. Tapi mereka hanya meminta sandal.”

Nabi memberi uzur untuk mereka. Lalu mereka pulang dalam kondisi berlinangan air mata. Karena tak bisa ikut ke medan jihad.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan kondisi mereka, menceritakan kesedihan mereka, dan mudah-mudahan firman-Nya tentang mereka ini meringankan kesedihan mereka.

ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻀُّﻌَﻔَﺎﺀِ ﻭَﻟَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﺮْﺿَﻰ ﻭَﻟَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳَﺠِﺪُﻭﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ﺣَﺮَﺝٌ ﺇِﺫَﺍ ﻧَﺼَﺤُﻮﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺳَﺒِﻴﻞٍ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ * ﻭَﻟَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎ ﺃَﺗَﻮْﻙَ ﻟِﺘَﺤْﻤِﻠَﻬُﻢْ ﻗُﻠْﺖَ ﻟَﺎ ﺃَﺟِﺪُ ﻣَﺎ ﺃَﺣْﻤِﻠُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻭَﺃَﻋْﻴُﻨُﻬُﻢْ ﺗَﻔِﻴﺾُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪَّﻣْﻊِ ﺣَﺰَﻧًﺎ ﺃَﻟَّﺎ ﻳَﺠِﺪُﻭﺍ ﻣَﺎ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ

“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata:

“Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”. lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (Quran At-Taubah: 91-92).

Di antara mereka yang bersedih tidak bisa berangkat ini adalah seorang sahabat yang bernama Ulbah bin Zaid radhiallahu ‘anhu. Di malam harinya, ia salat malam. Kemudian sambil menangis ia berkata,

: ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧَّﻚَ ﻗَﺪْ ﺃَﻣَﺮْﺕَ ﺑِﺎﻟْﺠِﻬَﺎﺩِ، ﻭَﺭَﻏَّﺒْﺖَ ﻓِﻴﻪِ، ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻋِﻨْﺪِﻱ ﻣَﺎ ﺃَﺗَﻘَﻮَّﻯ ﺑِﻪِ، ﻭَﻟَﻢْ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻓِﻲ ﻳَﺪِ ﺭَﺳُﻮﻟِﻚَ ﻣَﺎ ﻳَﺤْﻤِﻠُﻨِﻲ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺗَﺼَﺪَّﻕُ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﺑِﻜُﻞِّ ﻣَﻈْﻠِﻤَﺔٍ ﺃَﺻَﺎﺑَﻨِﻲ ﺑِﻬَﺎ ﻓِﻲ ﻣَﺎﻝٍ، ﺃَﻭْ ﺟَﺴَﺪٍ، ﺃَﻭْ ﻋِﺮْﺽٍ، ﺛُﻢَّ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺁﻟِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – : ‏« ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻟْﻤُﺘَﺼَﺪِّﻕُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻠَﺔَ؟ ‏» ، ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻘُﻢْ ﺃَﺣَﺪٌ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻟْﻤُﺘَﺼَﺪِّﻕُ؟ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻢْ ‏» ، ﻓَﻘَﺎﻡَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮَﻩُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺁﻟِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – : ‏« ﺃَﺑْﺸِﺮْ؛ ﻓَﻮَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻧَﻔْﺲُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺑِﻴَﺪِﻩِ، ﻟَﻘَﺪْ ﻛُﺘِﺒَﺖْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓِ ﺍﻟْﻤُﺘَﻘَﺒَّﻠﺔِ !»

“Ya Allah, sungguh Engkau telah memerintahkan berjihad. Engkau motivasi untuk melakukannya. Namun Kau takdirkan aku tidak memiliki materi yang menguatkanku dalam jihad. Engkau juga menakdirkan tidak ada sesuatu di tangan Rasulullah yang bisa membawaku ke sana. Sungguh aku bersedekah untuk (memaafkan) setiap muslim atas kezaliman yang mereka lakukan padaku, baik pada harta, jasad, atau kehormatanku.”

Kemudian pagi harinya ia salat subuh berjemaah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapakah yang malam ini telah bersedekah?” Namun tak ada seorang pun yang menanggapi. Kemudian beliau kembali berkata, “Mana orang yang bersedekah, berdirilah!” Lalu ia berdiri dan menceritakannya kepada Nabi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengomentari, “Bergembiralah! Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Sedekahmu termasuk amalan yang diterima.”

Inilah bukti kejujuran iman dan ketulusan maksud. Allah Subhanahu wa Taala mengetahui perkara gaib lagi tersembunyi.

Dia menampakkan apa yang ada pada hati manusia. Dan hal itu ditampakkan melalui lisan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian saat dalam perjalanan perang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali mempertegas ketulusan hati para sahabat yang ingin ikut perang.

Dalam riwayat al-Bukhari dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

ﺭَﺟَﻌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻏَﺰْﻭَﺓِ ﺗَﺒُﻮﻙَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭﺁﻟِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻥَّ ﺃَﻗْﻮَﺍﻣًﺎ ﺧﻠْﻔَﻨَﺎ ﺑِﺎﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﻣَﺎ ﺳَﻠَﻜْﻨَﺎ ﺷِﻌْﺒًﺎ ﻭَﻻَ ﻭَﺍﺩِﻳًﺎ ﺇِﻻَّ ﻭَﻫُﻢْ ﻣَﻌَﻨَﺎ، ﺣَﺒَﺴَﻬُﻢُ ﺍﻟْﻌُﺬْﺭُ

“Kami pulang dari Perang Tabuk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya orang-orang yang kita tinggalkan di Madinah, tidaklah kita menempuh jalan-jalan sempit. Atau lembah-lembah. Mereka juga mendapatkan pahala bersama kita. Karena yang menahan mereka tidak berangkat adalah uzur.”

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,

ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻌْﺾُ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ : ﻫَﺬَﺍ - ﻭَﺍﻟﻠﻪِ - ﺑُﻜَﺎﺀُ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ! ﺑَﻜَﻮْﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻓَﻘْﺪِﻫِﻢْ ﺭَﻭَﺍﺣِﻞَ ﻳَﺘَﺤَﻤَّﻠُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ﻓِﻲ ﻣَﻮَﺍﻃِﻦَ ﺗُﺮَﺍﻕُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟﺪِّﻣَﺎﺀُ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻭَﺗُﻨْﺰَﻉُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺭُﺅُﻭﺱُ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﻋَﻦْ ﻛَﻮَﺍﻫِﻠِﻬَﺎ ﺑِﺎﻟﺴُّﻴُﻮﻑِ، ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﺑَﻜَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﻓَﻘْﺪِ ﺣَﻈِّﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺷَﻬَﻮَﺍﺗِﻪِ ﺍﻟْﻌَﺎﺟِﻠَﺔِ، ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﺷَﺒِﻴﻪٌ ﺑِﺒُﻜَﺎﺀِ ﺍﻷَﻃْﻔَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻋَﻠَﻰ ﻓَﻘْﺪِ ﺣُﻈُﻮﻇِﻬِﻢُ ﺍﻟْﻌَﺎﺟِﻠَﺔِ

“Para ulama menyatakan ‘Mereka yang menangis (karena tak bisa berangkat ini), mereka menangis karena tak mampu menyediakan bekal yang membawa mereka menuju tempat kematian. Menuju tempat darah tercucur di jalan Allah. Menuju tempat yang kepala-kepala itu dipenggal dari lehernya dengan pedang.

Adapun orang yang menangis gara-gara tidak mendapat bagian dari dunia dan tidak terwujudnya keinginan mereka di dunia, tangis mereka itu seperti tangisan anak-anak dan perempuan karena kehilangan bagian mereka yang fana.”

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺛَﺒِّﺖْ ﻗُﻠُﻮﺑَﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻚَ ﻭَﺻَﺮِّﻓْﻬَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻃَﺎﻋَﺘِﻚَ، ﻭَﺯِﺩْﻧَﺎ ﻳَﻘِﻴﻨًﺎ ﻭَﺗَﺼْﺪِﻳﻘًﺎ ﻭَﻫُﺪًﻯ ﻭَﺗَﻮْﻓِﻴﻘًﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ . ﺃَﻗُﻮﻝُ ﻗَﻮْﻟِﻲ ﻫَﺬَﺍ، ﻭَﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟِﻲ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺫَﻧْﺐٍ؛ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻐَﻔُﻮﺭُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢُ .

@fen/sumber: khotbahjumat.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.