KAJIAN | Tahlilan
Madzhab Hanabilah
Para ulama madzhab ini menilai bahwa semua pahala ibadah yang kita hadiahkan kepada mayit akan sampai kepadanya tanpa mempertimbangkan apakah disusul dengan do’a atau tidak. Syekh Ibn Qodamah menjelaskan:
واي قربة فعلها وجعل ثوابها للميت المسلم نفعه ذلك أن شاء الله. أما الدعاء والاستغفر والصدقة وأداء الواجبات فلا اعلم فيه خلافا اذا كانت الواجبات مما يدخله النيابة.
“Setiap ibadah yang dilakukan seseorang dan pahalanya ia jadikan bagi mayit muslim maka akan bermanfa’at baginya, InsyaAllah. Sedangkan dalam do'a, istighfar, sedekah dan pelaksanaan kewajiban tidak aku ketahui khilaf ulama, jika kewajiban tersebut termasuk ibadah-ibadah yang bisa digantikan orang lain.”
Kemudian pendapat beliau merujuk kepada al-Qur’an dan Hadits, penerimaan pahala atau manfa’at dari do’a dan istighfar orang lain yaitu:
والذين جاؤا من بعدهم يقولون ربنا اغفرلنا ولاخواننا الذين سبقون بالإيمان ولاتجعل في قلوبنا غلا للذين ءامنوا ربنا انك رءوف رحيم
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) berdo’a, ” Ya Tuhan kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya engkau maha penyantun lagi maha penyayang.” ( QS. Al-Hasyr:10).
Dan ayat Qur'an yang lain
واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!