Jelang El Nino 2027, Masyarakat Sipil Desak Bank Hentikan Pembiayaan Perusak Hutan
Sementara itu, hingga 27 Juli 2026 jumlah titik panas (hotspot) kebakaran di Indonesia mencapai 96.736 titik.
Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 14.933 titik atau sekitar 15 persen dari total nasional, yang menunjukkan tingginya kerentanan provinsi tersebut terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Koalisi juga menyoroti besarnya aliran dana sektor keuangan ke industri yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan.
Berdasarkan data Forests & Finance, sepanjang periode 2016–2025 lembaga keuangan global telah menyalurkan sedikitnya US$429 miliar kepada sektor kayu, kedelai, karet, pulp dan kertas, kelapa sawit, serta peternakan sapi.
Sektor-sektor tersebut dinilai menjadi pendorong utama deforestasi sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan gambut.
Selain itu, pada periode 2016–2024, bank-bank tercatat menyalurkan pembiayaan senilai US$32 miliar dalam bentuk pinjaman maupun penjaminan kepada sektor pertambangan di Indonesia.
Sebanyak 20 bank terbesar menguasai sekitar 81 persen dari total pembiayaan tersebut atau setara US$26 miliar.
Dalam data itu, Bank Mandiri tercatat sebagai penyedia pembiayaan terbesar dengan nilai mencapai US$6,4 miliar atau sekitar Rp96 triliun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!