Warga Kuningan Temukan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan 29 Jul 2026 Igor Tolic Puji Penampilan Gemilang Pemain Muda Persib 29 Jul 2026 FK PKBM Kota Bandung Tingkatkan Literasi di Pendidikan Nonformal 29 Jul 2026 Bandung Utama Job Fair 2026 Hadirkan 3.019 Lowongan Kerja 29 Jul 2026 Jelang El Nino 2027, Masyarakat Sipil Desak Bank Hentikan Pembiayaan Perusak Hutan 29 Jul 2026 Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Leuwipanjang Bandung 29 Jul 2026 Mariano Peralta Terkesan Sambutan Hangat Bobotoh 29 Jul 2026 Balai Bahasa Jawa Barat akan Luncurkan Si-APIK 29 Jul 2026 Sikapi Maraknya Kasus Kekerasan, Rieke Diah: Tidak Bisa Dibiarkan, Negara Harus Hadir 29 Jul 2026 Netty Aher: Wafatnya Dokter Internship Sebagai Pengingat Pentingnya Perlindungan Nakes 29 Jul 2026 Warga Kuningan Temukan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan 29 Jul 2026 Igor Tolic Puji Penampilan Gemilang Pemain Muda Persib 29 Jul 2026 FK PKBM Kota Bandung Tingkatkan Literasi di Pendidikan Nonformal 29 Jul 2026 Bandung Utama Job Fair 2026 Hadirkan 3.019 Lowongan Kerja 29 Jul 2026 Jelang El Nino 2027, Masyarakat Sipil Desak Bank Hentikan Pembiayaan Perusak Hutan 29 Jul 2026 Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Leuwipanjang Bandung 29 Jul 2026 Mariano Peralta Terkesan Sambutan Hangat Bobotoh 29 Jul 2026 Balai Bahasa Jawa Barat akan Luncurkan Si-APIK 29 Jul 2026 Sikapi Maraknya Kasus Kekerasan, Rieke Diah: Tidak Bisa Dibiarkan, Negara Harus Hadir 29 Jul 2026 Netty Aher: Wafatnya Dokter Internship Sebagai Pengingat Pentingnya Perlindungan Nakes 29 Jul 2026

Balai Bahasa Jawa Barat akan Luncurkan Si-APIK

ED
Rabu, 29 Juli 2026 | 17:29 WIB
Bagikan
Balai Bahasa Jawa Barat akan Luncurkan Si-APIK

"Si-APIK akan segera dilluncurkan," ujar Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Herawati, S.S., M.A. Foto: Istimewa

VISI.NEWS - Telah banyak kegiatan bertajuk literasi diselenggarakan, tetapi hasilnya belum terukur secara faktual. Konon, program literasi telah menunjukkan capaian yang baik di beberapa provinsi. Namun, masih terlihat juga kecakapan literasi dan numerasi masyarakat yang masih di bawah standar.

“Hasil Asesmen Nasional di tingkat sekolah dasar di Jawa Barat menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang berada pada level 1 dan level 2. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecakapan literasi siswa masih pada tingkat terendah,” ujar Kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Herawati, S.S., M.A., dalam acara gelar wicara di Radio K-Lite FM, Selasa (28 Juli 2026).
Banyak hal yang dapat menyebabkan rendahnya tingkat kecakapan literasi masyarakat. “Boleh jadi, tingkat baca masyarakat telah baik. Namun, literasi bukan hanya tentang baca dan tulis. Kecakapan literasi itu setidaknya sampai pada tingkat pemahaman. Selanjutnya, dari pemahaman, masyarakat bisa menyelesaikan masalah dengan mengaplikasikan hal-hal yang dipahaminya dari membaca,” tuturnya.
Herawati juga mengungkapkan bahwa di sekolah, tingkat kecakapan literasi juga harus ditunjang oleh lingkungan yang literat, termasuk para gurunya. “Meningkatkan kecakapan literasi siswa tidak bisa dengan cara membiarkannya membaca sendiri. Kegiatan membaca yang 15 menit di sekolah memerlukan pendampingan. Selain itu, di lingkungan keluarga, literasi pun harus terus dilakukan. Bila kita ingin meningkatkan kecakapan literasi masyarakat, semua pihak harus bergerak!” ujar Herawati menegaskan.
Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat sebagai kepanjangan tangan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, berupaya memadukan pihak-pihak dalam kemitraan pentaheliks dalam sebuah aplikasi yang diberi nama Strategi Adaptif Peningkatan Kecakapan Literasi (Si-APIK).
“Di era disrupsi informasi yang berkembang pesat, lembaga pemerintahan dituntut untuk menanggalkan paradigma birokrasi konvensional yang kaku menuju model organisasi yang adaptif (agile organization),” tutur Herawati. 
Si-APIK, yang akan diluncurkan pada Agustus mendatang, merupakan respons terhadap krisis kecakapan literasi. Si-APIK merupakan aplikasi yang akan memadukan berbagai pihak yang sama-sama bergerak di bidang literasi (konvergensi). “Selama ini, kegiatan gerakan literasi sudah dilakukan banyak pihak di mana saja, tetapi masih bersifat parsial,” katanya lagi.
Untuk mengatasi tantangan ini, proyek perubahan "Strategi Adaptif PeningkatanKecakapan Literasi (Si-APIK)" dirancang guna mentransformasi tata kelola literasi menjadi berbasis kolaborasi lintas sektor. Proyek ini mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam satu ekosistem kebijakan untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. 
Hal tersebut selaras dengan Rapor Pendidikan 2025, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Strategis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Astacita Pemerintah Republik Indonesia poin ke-4, (memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas), dan target pemenuhan Sustainable Development Goals (SDG's)- 4 “Pendidikan Berkualitas”. Proyek perubahan ini mengambil lokus di Provinsi Jawa Barat, inisiatif ini dirancang agar memiliki efek ganda (multiplier effect) dan dapat direplikasi di seluruh provinsi di Indonesia. 
“Si-APIK sangat relevan dan mendesak untuk dilaksanakan. Program ini dapat diarahkan pada pilar utama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Rapor Pendidikan merekomendasikan pembiasaan membaca bersama yang diselingi diskusi dua arah untuk melatih nalar kritis,” tuturnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.