Jangan Berebut Peran, Kunci Rumah Tangga Harmonis

ED
PN
Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:19 WIB
Bagikan
Jangan Berebut Peran, Kunci Rumah Tangga Harmonis

VISI.NEWS — Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam sebuah ikatan, tetapi juga mempertemukan dua karakter, dua pemikiran, dua kebiasaan, dan dua latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari dinamika kehidupan rumah tangga yang pada waktunya dapat melahirkan perselisihan apabila tidak dikelola dengan kedewasaan.

Mu’inan, S.H.I., M.S.I., Penghulu KUA Mantrijeron Kota Yogyakarta, menawarkan sebuah pendekatan menarik untuk memahami konflik dalam rumah tangga. Ia mengambil inspirasi dari salah satu pembahasan dalam ilmu nahwu klasik, yakni konsep Tanazu’ fil ‘Amal dalam kitab Alfiyah Ibnu Malik.

Konsep tersebut secara sederhana dapat dimaknai sebagai keadaan ketika terdapat dua ‘amil atau unsur yang sama-sama memiliki pengaruh terhadap satu isim atau objek. Dalam kajian gramatika Arab, persoalan tersebut memiliki aturan tersendiri agar struktur kalimat tetap tertib. Bagi Mu’inan, prinsip tersebut dapat direnungkan sebagai analogi dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam pernikahan, suami dan istri dapat diibaratkan sebagai dua kekuatan yang memiliki karakter, kehendak, dan kepentingan masing-masing. Sementara itu, rumah tangga memiliki satu tujuan bersama, yakni membangun kehidupan keluarga yang tenteram, penuh kasih sayang, dan mendapatkan keberkahan.

Persoalan muncul ketika kedua pihak sama-sama ingin menjadi pihak yang paling menentukan, tanpa memberikan ruang bagi pasangannya. Perebutan pengaruh tersebut pada akhirnya dapat berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Akad nikah sendiri merupakan momentum sakral yang menandai dimulainya perjalanan dua insan dalam satu ikatan yang kuat. Dalam perspektif Islam, pernikahan bukan hanya hubungan antara dua individu, tetapi sebuah ikatan yang disebut miitsaaqan galiizha atau perjanjian yang kokoh.

Karena itu, perbedaan karakter dan cara berpikir semestinya tidak otomatis menjadi sumber pertengkaran. Justru perbedaan tersebut perlu dikelola agar menjadi kekuatan yang saling melengkapi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.