Jangan Berebut Peran, Kunci Rumah Tangga Harmonis
Prinsip tersebut sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berada di pihak yang benar.”
Pesan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan meninggalkan perdebatan, bahkan ketika seseorang merasa dirinya berada di pihak yang benar, memiliki nilai yang tinggi dalam ajaran Islam.
Dalam rumah tangga, kemampuan tersebut dapat menjadi rem ketika emosi mulai meningkat. Tidak setiap persoalan harus diselesaikan dengan adu argumen. Ada kalanya seseorang perlu berhenti berbicara, menenangkan diri, kemudian kembali membahas persoalan setelah suasana lebih kondusif.
Sikap mengalah juga tidak berarti membenarkan tindakan yang salah atau membiarkan kekerasan dan ketidakadilan terjadi dalam rumah tangga. Mengalah yang dimaksud adalah kemampuan menahan ego demi kemaslahatan bersama, bukan menyerahkan hak atau menerima perlakuan yang merugikan.
Landasan lainnya dapat ditemukan dalam perintah Allah SWT agar pasangan suami istri membangun hubungan dengan cara yang baik.
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!