Jangan Berebut Peran, Kunci Rumah Tangga Harmonis
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.”
Perintah tersebut terdapat dalam Surah An-Nisa ayat 19. Prinsip mu'asyarah bil-ma'ruf menekankan pentingnya memperlakukan pasangan dengan cara yang baik, menghormati, menjaga perasaan, serta membangun hubungan yang dilandasi kepatutan.
Dalam konteks ini, rumah tangga yang sehat bukanlah rumah tangga yang tidak pernah memiliki perbedaan. Perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar karena suami dan istri adalah dua individu dengan pengalaman hidup yang tidak selalu sama.
Yang menjadi persoalan adalah bagaimana pasangan merespons perbedaan tersebut.
Ketika perbedaan diperlakukan sebagai ancaman terhadap ego, konflik mudah membesar. Sebaliknya, ketika perbedaan dilihat sebagai kesempatan untuk saling memahami, hubungan justru dapat menjadi semakin matang.
Dari perspektif Tanazu’ fil ‘Amal, pasangan dapat belajar bahwa tidak semua persoalan harus diperebutkan. Ada saatnya seseorang maju mengambil peran, tetapi ada pula waktunya memberi ruang kepada pasangan.
Sikap saling memberi ruang tersebut dapat mencegah rumah tangga berubah menjadi arena kompetisi. Suami tidak harus selalu menunjukkan bahwa dirinya paling benar, sementara istri juga tidak harus selalu memenangkan setiap perdebatan.
Tujuan akhirnya bukan menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi memastikan keluarga tetap berada pada arah yang benar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!