Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Jangan Berebut Peran, Kunci Rumah Tangga Harmonis

ED
PN
Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:19 WIB
Bagikan
Jangan Berebut Peran, Kunci Rumah Tangga Harmonis

Ayat tersebut terdapat dalam Surah An-Nisa ayat 34. Dalam konteks kehidupan rumah tangga, konsep qiwaamah dapat dipahami sebagai tanggung jawab kepemimpinan dan perlindungan, bukan semata-mata kekuasaan untuk mendominasi pasangan.

Kepemimpinan dalam rumah tangga dengan demikian tidak semestinya diterjemahkan sebagai kebebasan suami untuk bersikap sewenang-wenang. Sebaliknya, kepemimpinan mengandung tanggung jawab untuk mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kemaslahatan keluarga.

Dalam kehidupan sehari-hari, keputusan rumah tangga idealnya tetap dibicarakan bersama. Suami sebagai pemimpin keluarga dituntut memiliki kebijaksanaan dalam menentukan arah, sementara istri memiliki peran penting dalam memberikan pertimbangan, masukan, dan dukungan.

Dengan demikian, kejelasan peran bukan berarti meniadakan dialog antara suami dan istri. Justru komunikasi dan musyawarah menjadi bagian penting agar keputusan yang diambil tidak menjadi sumber konflik baru.

Mu’inan juga mengaitkan konsep tersebut dengan istilah ‘Amal al-Muhmal. Dalam kajian nahwu, ketika salah satu ‘amil memperoleh fungsi atau pengaruh, ‘amil lainnya tidak berarti kehilangan seluruh keberadaannya. Ia tetap memiliki posisi dalam struktur kalimat, meskipun tidak menjalankan fungsi yang sama dalam konteks tersebut.

Analogi tersebut memberikan pelajaran penting bagi kehidupan rumah tangga. Mengalah tidak selalu berarti kalah. Menahan diri juga tidak selalu berarti kehilangan harga diri.

Dalam sebuah pernikahan, terkadang salah satu pasangan perlu mengalah agar persoalan tidak berkembang menjadi pertengkaran yang lebih besar. Pada kesempatan lain, pasangan yang sebelumnya mengambil keputusan dapat memberikan ruang kepada pasangannya untuk menentukan pilihan.

Sikap seperti itu merupakan bagian dari kedewasaan emosional. Pasangan yang matang tidak selalu berusaha membuktikan bahwa dirinya paling benar. Mereka justru memahami bahwa mempertahankan keharmonisan keluarga terkadang lebih penting daripada memenangkan sebuah perdebatan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.