Iran Hentikan Serangan Balasan, Peluang Dialog dengan AS Kembali Terbuka
Menurut sumber tersebut, baik Iran maupun Amerika Serikat pada dasarnya ingin kembali menjalankan kesepakatan gencatan senjata sementara yang ditandatangani pada pertengahan Juni. Salah satu kompromi yang sedang dibahas adalah pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz dengan pembatasan yang lebih longgar sehingga aktivitas perdagangan internasional dapat kembali berjalan normal.
Iran juga mengonfirmasi pembicaraan dengan Oman terus berlangsung mengenai pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan perundingan menunjukkan kemajuan meskipun belum mencapai kesepakatan akhir.
Baghaei menegaskan status Selat Hormuz belum berubah. Iran tetap berpendapat bahwa berdasarkan kesepakatan sementara, pihaknya memiliki kewenangan mengatur lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut. Teheran juga menyampaikan keberatan terhadap usulan Amerika Serikat yang ingin mendukung jalur pelayaran alternatif yang lebih dekat dengan wilayah Oman.
Sementara itu, militer Amerika Serikat menyatakan blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan. Dalam operasi terbaru, sedikitnya 12 kapal dagang dialihkan dari jalur semula, dua kapal mengalami gangguan, dan dua lainnya diperiksa oleh pasukan Amerika.
Di luar Selat Hormuz, perhatian internasional juga tertuju pada Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran sebelumnya mengancam akan memblokade jalur pelayaran Arab Saudi sehingga menambah kekhawatiran terhadap keamanan distribusi energi dunia.
Di tengah jeda konflik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Trump di Gedung Putih pada Selasa. Netanyahu diperkirakan akan mendorong Washington tetap mengambil sikap keras terhadap Iran, terutama terkait program nuklir negara tersebut.
Dalam wawancara dengan Fox News, Netanyahu menyatakan mendukung penuh upaya Amerika Serikat menghentikan program nuklir Iran.
"Jika itu bisa dilakukan tanpa kembali ke perang besar, tentu lebih baik. Tetapi dengan atau tanpa kesepakatan, program nuklir Iran harus diakhiri," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!