Iran Hentikan Serangan Balasan, Peluang Dialog dengan AS Kembali Terbuka
VISI.NEWS — Iran menyatakan menghentikan sementara serangan balasan terhadap sekutu-sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bagian dari upaya membuka kembali ruang diplomasi setelah konflik yang berlangsung selama berbulan-bulan memasuki fase jeda. Di tengah meredanya baku serang selama dua hari terakhir, pemerintah Amerika Serikat juga memberikan sinyal untuk memberi kesempatan bagi proses negosiasi menuju kesepakatan gencatan senjata sementara.
Dilansir dari Arab News, Senin (27/7/2026), jeda pertempuran tersebut menjadi yang pertama setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan selama 13 malam berturut-turut terhadap sasaran di Iran. Sebelum Jumat lalu, operasi militer Washington menjadi eskalasi terbesar sejak perang yang kembali memanas menyusul gagalnya implementasi gencatan senjata pada April lalu.
Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akraminia mengatakan serangan Amerika telah berhenti dalam dua malam terakhir. Karena strategi Iran selama ini bersifat membalas setiap serangan yang diterimanya, Teheran juga memutuskan menghentikan operasi balasan untuk sementara waktu.
"Serangan-serangan itu berlanjut hingga dua malam lalu, tetapi dalam dua malam terakhir Amerika telah menghentikan serangannya. Karena strategi kami pada dasarnya bersifat balasan, kami juga menghentikan operasi balasan," kata Akraminia.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif di tengah meningkatnya kekhawatiran komunitas internasional terhadap meluasnya konflik yang telah menyeret sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran melancarkan serangan terhadap negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat, yang menyebabkan sedikitnya tiga personel militer AS tewas di Yordania dan satu lainnya di Irak.
Di pihak Amerika Serikat, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Mike Waltz mengatakan Presiden Donald Trump memilih memberikan ruang bagi jalannya perundingan meskipun seluruh kekuatan militer tetap berada dalam kondisi siaga penuh.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!