Hubungan Manusia dan Alam Menurut KH Tolchah Hasan
VISI.NEWS | BANDUNG - Bencana alam kembali melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya sangat besar, baik kerugian harta benda maupun hilangnya nyawa. Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatra, misalnya, telah merenggut lebih dari seribu korban jiwa dan membuat ratusan ribu orang terdampak. Ada warga yang kehilangan rumah karena hanyut terbawa arus, sementara yang lain masih memiliki rumah, tetapi tertimbun lumpur, kayu, dan sisa material yang dibawa banjir.
Selama ini, musibah seperti ini sering dipandang sebagai bencana alam semata. Padahal, jika dicermati lebih dalam, banyak bencana ekologis tidak terjadi begitu saja karena alam “murka”. Aktivitas manusia yang tidak seimbang dan serampangan terhadap lingkungan juga turut berperan besar. Atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, alam kerap dikorbankan, hingga akhirnya dampaknya kembali dirasakan oleh manusia sendiri.
Dalam Islam, alam bukanlah objek bebas nilai yang boleh dieksploitasi sesuka hati. Ia diciptakan dengan keseimbangan harmoni yang meniscayakan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Kerusakan lingkungan sejatinya adalah cermin dari krisis etika manusia dalam memahami posisinya di hadapan alam dan Tuhan.
Dalam Al-Qur'an, Allah swt secara tegas menyebutkan bahwa kerusakan yang ada di alam ini adalah merupakan ulah perbuatan manusia. Dalam Surat ar-Rum ayat 41, Allah Swt berfirman,
{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ }
Artinya: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Q.S. Ar-Rum : 41
Memahami Tiga Konsesi Manusia atas Alam Dalam bukunya yang berjudul Dinamika Kehidupan Religius, Prof. K.H. Muhammad Tolchah Hasan menjabarkan bahwa ada tiga konsesi yang diberikan Tuhan kepada manusia terhadap alam raya. (Muhammad Tholchah Hasan, Dinamika Kehidupan Religius, , hal. 121) Konsesi Intifa’ (Pemanfaatan Alam)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!