Hubungan Manusia dan Alam Menurut KH Tolchah Hasan
Allah Swt. menciptakan bumi beserta seluruh keanekaragaman yang ada di dalamnya untuk dimanfaatkan oleh manusia. Inilah yang disebut sebagai konsesi intifa’, yaitu hak manusia untuk menggunakan dan mengambil manfaat dari alam.
Melalui konsesi ini, Allah Swt. menyediakan alam semesta sebagai tempat hidup manusia. Manusia diperbolehkan memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menunjang kelangsungan kehidupan.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman;
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً
Artinya: Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu. Q.S. Luqman : 20
Ayat di atas menjelaskan bahwa salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada manusia adalah tunduknya alam semesta pada aturan-Nya demi kepentingan manusia. Dengan ketetapan tersebut, manusia menjadi satu-satunya makhluk yang diberi kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan alam, berbekal akal dan ilmu pengetahuan yang dianugerahkan Allah.
Bahkan berbagai fenomena alam dan gejala kosmik, seperti peredaran matahari, bulan, dan benda-benda langit lainnya, semuanya berjalan teratur sesuai hukum yang telah Allah tetapkan. Keteraturan inilah yang memungkinkan kehidupan manusia berlangsung dengan seimbang dan berkesinambungan di dunia.
2. Konsesi I’tibar (Merenung & mengambil pelajaran)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!