Klaim JHT itu Gratis, Jangan Pakai Calo 20 Jul 2026 Mahasiswa KKN di Kencong Diminta Jadi Bagian dari Solusi, DPL Tekankan Sinergi dengan Masyarakat 20 Jul 2026 Aksi Berani Penjaga Kios Gagalkan Perampokan Bersenjata Tajam di Sukabumi 20 Jul 2026 Bupati Jember Lantik Jajaran BUMD, Targetkan Terobosan Baru Penggerak Ekonomi Daerah 20 Jul 2026 Perjuangkan Hak Nelayan Pantura, Firman Soebagyo: Tangkap Mafia BBM 20 Jul 2026 BPP Gumukmas Gencarkan PM-AAS Lewat Gerakan Tanam Serentak 20 Jul 2026 Aher Dorong Pembentukan Badan Pengelola Kopi untuk Perkuat Ekspor 20 Jul 2026 Kapal Induk Pertama Indonesia Segera Tiba, Ini Spesifikasi Giuseppe Garibaldi 20 Jul 2026 Hotman Paris Minta Maaf atas Polemik dengan Wartawan 20 Jul 2026 SOSOK | Ferran Torres, Sang Pahlawan Juara Dunia Spanyol 20 Jul 2026 Klaim JHT itu Gratis, Jangan Pakai Calo 20 Jul 2026 Mahasiswa KKN di Kencong Diminta Jadi Bagian dari Solusi, DPL Tekankan Sinergi dengan Masyarakat 20 Jul 2026 Aksi Berani Penjaga Kios Gagalkan Perampokan Bersenjata Tajam di Sukabumi 20 Jul 2026 Bupati Jember Lantik Jajaran BUMD, Targetkan Terobosan Baru Penggerak Ekonomi Daerah 20 Jul 2026 Perjuangkan Hak Nelayan Pantura, Firman Soebagyo: Tangkap Mafia BBM 20 Jul 2026 BPP Gumukmas Gencarkan PM-AAS Lewat Gerakan Tanam Serentak 20 Jul 2026 Aher Dorong Pembentukan Badan Pengelola Kopi untuk Perkuat Ekspor 20 Jul 2026 Kapal Induk Pertama Indonesia Segera Tiba, Ini Spesifikasi Giuseppe Garibaldi 20 Jul 2026 Hotman Paris Minta Maaf atas Polemik dengan Wartawan 20 Jul 2026 SOSOK | Ferran Torres, Sang Pahlawan Juara Dunia Spanyol 20 Jul 2026

Gowes demi "Rarawuan"

ED
Minggu, 19 Juli 2026 | 17:25 WIB
Bagikan
Gowes demi "Rarawuan"

Goreng "rarawuan" di Warcep, Dago. /visi.news/untung sumarsono

Saat itulah rasa capai, pegal, dan lelah akibat tanjakan panjang seolah menghilang.

Warcep perlahan dipenuhi para pesepeda dan pengunjung yang hendak hiking di kawasan Tahura. Suara obrolan, gelak tawa, dan aroma makanan bercampur dengan udara sejuk pegunungan menciptakan suasana yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Kuliner Langka Layak Dilestarikan

Bagi sebagian orang, rarawuan mungkin hanya gorengan biasa.

Namun bagi mereka yang pernah mencicipinya, rarawuan adalah bagian dari kenangan masa lalu.

Gorengan tradisional ini dibuat dari campuran tepung terigu, kelapa parut, santan, kacang gajih, garam, dan sedikit penyedap rasa. Adonan kemudian digoreng tipis hingga menghasilkan tekstur renyah dengan cita rasa gurih yang khas.

Sayangnya, kini rarawuan semakin jarang ditemukan. Banyak penjual gorengan memilih menjual bakwan, bala-bala, cireng, atau gehu yang lebih populer.

Karena itulah keberadaan rarawuan di Warcep menjadi daya tarik tersendiri. Selain harganya ramah di kantong, rasanya mampu membangkitkan nostalgia sekaligus menjadi energi tambahan setelah menaklukkan tanjakan menuju Tahura.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.