Gowes demi "Rarawuan"
Goreng "rarawuan" di Warcep, Dago. /visi.news/untung sumarsono
Terminal Dago menjadi penanda berakhirnya tanjakan pertama. Turunan pendek setelahnya memberi kesempatan untuk mengatur napas dan memulihkan tenaga.
Sayangnya, kenyamanan itu tidak berlangsung lama. Jalan kembali menanjak. Di beberapa titik, arus lalu lintas tersendat akibat perbaikan bekas longsoran yang terjadi saat musim hujan lalu.
Semakin mendekati Tahura, tanjakan semakin terasa. Bahkan pada beberapa bagian, gigi sepeda sudah berada di posisi paling ringan. Kayuhan menjadi pendek-pendek, sementara keringat terus mengucur.
Sesampainya di persimpangan menuju Tahura, jalan ditutup untuk kendaraan roda dua dan roda empat karena sedang dilakukan pengecoran. Hanya pejalan kaki dan pesepeda yang diperbolehkan melintas.
Tak lama kemudian, kawasan Pintu 1 Tahura mulai terlihat. Parkiran kendaraan roda dua maupun roda empat sudah penuh sesak. Antusiasme masyarakat untuk menikmati akhir pekan di kawasan hutan kota kebanggaan Bandung itu begitu tinggi.
Ketika Lelah Terbayar Rarawuan
Setelah melewati tanjakan terakhir, jalan mulai menurun menuju Tahura Pintu Dua.
Di sinilah tujuan utama perjalanan kami berada.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!