Gowes demi "Rarawuan"
Goreng "rarawuan" di Warcep, Dago. /visi.news/untung sumarsono
Di kawasan Viaduct, suasana juga belum terlalu ramai. Jamaah kajian rutin Persis belum memenuhi area tersebut. Sebaliknya, di sekitar Balai Kota Bandung, keramaian sudah terlihat. Ribuan peserta ajang lari MILO memenuhi kawasan itu.
Mobil-mobil terparkir berderet sepanjang Jalan Wastu Kencana hingga Jalan Aceh. Bandung benar-benar hidup pada Minggu pagi.
Menaklukkan Tanjakan Dago
Perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Ir. H. Djuanda atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Dago.
Di sepanjang jalan, para fotografer amatir tampak berjajar. Mereka mengabadikan momen para pelari, pesepeda, hingga warga yang berolahraga pagi, sembari mencari rezeki dari hasil jepretan mereka.
Memasuki kawasan Dago, suasana semakin semarak. Sekelompok pesepeda berkumpul di taman sekitar Cikapayang. Jalan menuju kawasan Sangkuriang ditutup untuk kendaraan bermotor karena bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day.
Namun setelah melewati Simpang Dago, tantangan sesungguhnya dimulai.
Tanjakan panjang yang menjadi "menu wajib" para goweser mulai terasa. Shifter dipindahkan ke gigi yang lebih ringan. Kayuhan melambat, napas mulai berat, dan keringat perlahan mengalir membasahi wajah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!