Driver Ojol Perempuan Menangis Haru, Laznas Daarul Qur’an Antar Kebahagiaan Qurban
Direktur Laznas PPPA Daarul Qur’an, Dwi Kartika Ningsih, turun langsung menyapa dan menyerahkan paket qurban kepada para driver perempuan. /visi.news/ist
VISI.NEWS | TANGERANG – Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor Pusat Laznas PPPA Daarul Qur’an, Ciledug. Jika biasanya para pengemudi ojek online mengantarkan pesanan kepada pelanggan, kali ini mereka yang menjadi penerima. Puluhan driver perempuan menerima paket daging qurban dalam program bertajuk “Dari Perempuan untuk Perempuan”, sebuah inisiatif yang memberikan perhatian khusus kepada para pekerja informal yang selama ini berjuang menopang ekonomi keluarga.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang penyaluran daging qurban, tetapi juga menghadirkan momen penuh kehangatan dan empati. Para penerima manfaat yang sebagian besar merupakan perempuan kepala keluarga mendapat kesempatan untuk berbagi cerita perjuangan hidup secara langsung dengan jajaran pengurus Laznas PPPA Daarul Qur’an.
Direktur Laznas PPPA Daarul Qur’an, Dwi Kartika Ningsih, turun langsung menyapa dan menyerahkan paket qurban kepada para driver perempuan. Ia memilih berdiri dan berjalan dari satu penerima manfaat ke penerima lainnya, mendengarkan kisah mereka sekaligus memberikan dukungan moral.
Menurut Dwi, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap para perempuan pekerja jalanan yang kerap luput dari perhatian, meskipun setiap hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Mereka berangkat pagi, pulang sore. Hujan, panas, tetap jalan. Di balik helm itu ada anak yang harus disekolahkan, orang tua yang harus dinafkahi. Hari ini, giliran kami yang menjaga mereka," ujar Dwi Kartika Ningsih.
Salah satu kisah yang menyentuh datang dari Siti Aminah (38), seorang pengemudi ojek online asal Ciledug yang telah menjalani profesi tersebut selama empat tahun. Ibu dua anak itu tampak terharu saat menerima paket daging qurban.
Alih-alih langsung memasukkan paket ke dalam tas, ia memeluknya erat beberapa saat. Momen sederhana tersebut menjadi gambaran betapa berartinya bantuan yang diterima.
"Biasanya kami yang mengantar pesanan qurban ke rumah orang. Baru kali ini dapat bagian. Rasanya dihargai," ungkapnya dengan suara bergetar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!