Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026

Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata

ED
PN
Senin, 27 Juli 2026 | 17:39 WIB
Bagikan
Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata

Setiap akhir pekan, Wan Kuzain kecil selalu mengikuti ayah dan kakaknya ke lapangan sepak bola. Di sela pertandingan, ia terus meminta siapa saja untuk bermain bola bersamanya.

"Saat ayah bermain, saya selalu berada di pinggir lapangan mencari siapa saja yang mau menendang bola bersama saya. Kakak saya juga bermain, dan saya selalu mengganggunya ketika bertanding," kenangnya.

Bakat Wan Kuzain berkembang pesat hingga akhirnya diterima di St. Louis Scott Gallagher Academy, salah satu akademi sepak bola paling bergengsi di Amerika Serikat. Kesempatan itu menjadi titik balik penting dalam kariernya.

Namun, perjalanan menuju akademi tersebut tidak mudah. Jarak rumah keluarganya menuju tempat latihan mencapai sekitar dua jam perjalanan. Selama bertahun-tahun, kedua orang tuanya rela menghabiskan enam hingga tujuh jam setiap hari hanya untuk mengantar dan menunggu anaknya berlatih.

"Akademi itu berjarak sekitar dua jam dari rumah kami. Dari usia 10 sampai 17 tahun, orang tua saya mengantar dua jam pergi, dua jam pulang, lalu menunggu saya latihan. Totalnya bisa enam atau tujuh jam setiap kali latihan. Pengorbanan mereka sangat besar," ujar Wan Kuzain.

Menurutnya, pendidikan sepak bola yang diperoleh di akademi tersebut menjadi fondasi utama yang membentuk karakter dan kualitas permainannya hingga mampu menembus level profesional.

Setelah berkembang di akademi, Wan Kuzain kemudian bergabung dengan Sporting Kansas City dan mencatat sejarah sebagai pemain Malaysia pertama yang mencetak gol di Major League Soccer (MLS), kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Amerika Serikat. Saat ini ia memperkuat Sporting JAX yang berlaga di divisi kedua kompetisi sepak bola Amerika.

Sebagai pemain berkaki kiri, Wan Kuzain dikenal memiliki fleksibilitas tinggi. Ia mampu bermain di berbagai posisi menyerang, baik sebagai gelandang serang, sayap, maupun penyerang kedua.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.