Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata
VISI.NEWS — Penantian panjang Wan Kuzain Wan Kamal untuk mengenakan seragam tim nasional Malaysia akhirnya berakhir. Gelandang berusia 27 tahun yang berkarier di Amerika Serikat itu resmi menjalani debut bersama Harimau Malaya saat tampil sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 2-1 atas Myanmar pada laga pembuka Grup B ASEAN Hyundai Cup 2026 di Yangon, Sabtu (25/7/2026).
Bagi Wan Kuzain, momen tersebut bukan sekadar penampilan perdana bersama tim nasional, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang dimulai sejak masa kecilnya di Amerika Serikat. Pemain kelahiran Carbondale, Illinois, itu mengaku masih sulit mempercayai bahwa impiannya sejak kecil kini benar-benar terwujud.
"Saya sangat, sangat, sangat senang. Rasanya saya belum berhenti tersenyum sejak berada di sini. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Kesempatan ini berarti segalanya bagi saya," ujar Wan Kuzain usai menjalani debutnya bersama Malaysia.
Nama Wan Kuzain sebenarnya sudah lama dikenal oleh pencinta sepak bola Malaysia. Jauh sebelum memperkuat Harimau Malaya, aksinya saat masih bermain di level junior sempat menjadi perbincangan luas setelah video permainannya beredar di YouTube dan viral.
Video tersebut awalnya tidak dibuat untuk mencari popularitas. Kakak kandungnya hanya ingin memperlihatkan perkembangan permainan Wan Kuzain kepada keluarga dan kerabat di Malaysia yang tidak bisa menyaksikan pertandingan secara langsung.
Namun, unggahan sederhana itu justru menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian banyak pencinta sepak bola, termasuk federasi sepak bola Malaysia.
"Awalnya kami hanya ingin menunjukkan permainan saya kepada keluarga dan teman-teman di Malaysia. Ternyata videonya menjadi viral. Hampir 20 tahun kemudian, saya akhirnya menjalani debut bersama tim nasional. Rasanya luar biasa," katanya.
Perjalanan sepak bola Wan Kuzain dimulai ketika masih berusia tiga hingga empat tahun. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan olahraga. Ayahnya merupakan mantan pesepak bola yang pernah membela sejumlah tim di tingkat negara bagian Malaysia sebelum menetap di Amerika Serikat.
Setiap akhir pekan, Wan Kuzain kecil selalu mengikuti ayah dan kakaknya ke lapangan sepak bola. Di sela pertandingan, ia terus meminta siapa saja untuk bermain bola bersamanya.
"Saat ayah bermain, saya selalu berada di pinggir lapangan mencari siapa saja yang mau menendang bola bersama saya. Kakak saya juga bermain, dan saya selalu mengganggunya ketika bertanding," kenangnya.
Bakat Wan Kuzain berkembang pesat hingga akhirnya diterima di St. Louis Scott Gallagher Academy, salah satu akademi sepak bola paling bergengsi di Amerika Serikat. Kesempatan itu menjadi titik balik penting dalam kariernya.
Namun, perjalanan menuju akademi tersebut tidak mudah. Jarak rumah keluarganya menuju tempat latihan mencapai sekitar dua jam perjalanan. Selama bertahun-tahun, kedua orang tuanya rela menghabiskan enam hingga tujuh jam setiap hari hanya untuk mengantar dan menunggu anaknya berlatih.
"Akademi itu berjarak sekitar dua jam dari rumah kami. Dari usia 10 sampai 17 tahun, orang tua saya mengantar dua jam pergi, dua jam pulang, lalu menunggu saya latihan. Totalnya bisa enam atau tujuh jam setiap kali latihan. Pengorbanan mereka sangat besar," ujar Wan Kuzain.
Menurutnya, pendidikan sepak bola yang diperoleh di akademi tersebut menjadi fondasi utama yang membentuk karakter dan kualitas permainannya hingga mampu menembus level profesional.
Setelah berkembang di akademi, Wan Kuzain kemudian bergabung dengan Sporting Kansas City dan mencatat sejarah sebagai pemain Malaysia pertama yang mencetak gol di Major League Soccer (MLS), kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Amerika Serikat. Saat ini ia memperkuat Sporting JAX yang berlaga di divisi kedua kompetisi sepak bola Amerika.
Sebagai pemain berkaki kiri, Wan Kuzain dikenal memiliki fleksibilitas tinggi. Ia mampu bermain di berbagai posisi menyerang, baik sebagai gelandang serang, sayap, maupun penyerang kedua.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan pelatih sementara Malaysia, Tan Cheng Hoe, memanggilnya ke tim nasional untuk ASEAN Hyundai Cup 2026. Debutnya saat menghadapi Myanmar dinilai memberikan sinyal positif menjelang pertandingan kedua Grup B melawan Laos di Kuala Lumpur Football Stadium, Selasa (28/7/2026).
Wan Kuzain berharap kembali memperoleh kesempatan tampil di hadapan puluhan ribu pendukung Malaysia.
"Saya sangat antusias bermain di depan masyarakat Malaysia dan memperlihatkan kemampuan yang mungkin selama ini hanya mereka lihat melalui video. Saya ingin dikenal sebagai pemain yang dinamis dan mampu memberikan perbedaan ketika berada di lapangan," katanya.
Malaysia membuka turnamen dengan hasil positif setelah membalikkan keadaan untuk mengalahkan Myanmar 2-1. Dua gol kemenangan Harimau Malaya dicetak sang kapten Paulo Josué yang sekaligus mengantarkan Malaysia meraih tiga poin pertama di Grup B.
Dengan kemenangan tersebut, peluang Malaysia untuk melangkah ke babak semifinal semakin terbuka. Harimau Malaya sendiri terakhir kali menjuarai ASEAN Championship pada 2010, sementara dalam dua dekade terakhir dominasi lebih banyak dipegang Thailand dan Vietnam.
Meski demikian, Wan Kuzain mengajak seluruh rekan setimnya untuk tidak gentar menghadapi persaingan.
"Saya tahu Malaysia pernah menjadi juara. Saya sudah melihat kembali pertandingan dan gol-gol saat itu. Mengapa kita tidak bisa mengulanginya? Sejak kecil saya diajarkan untuk selalu mengejar impian. Tidak peduli siapa tim terbaik atau tim terlemah, semua memulai turnamen dengan nol poin," ujarnya.
Di luar sepak bola, Wan Kuzain mengaku memiliki sosok inspiratif yang berasal dari cabang olahraga berbeda, yakni legenda golf dunia Tiger Woods. Menurutnya, Woods yang memiliki darah Asia, termasuk keturunan Thailand dari ibunya, membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih prestasi di panggung dunia.
"Kalau ada seseorang yang memiliki latar belakang seperti saya bisa sukses, mengapa saya tidak bisa? Saya ingin memberikan inspirasi yang sama kepada generasi berikutnya. Jika Wan Kuzain bisa melakukannya, mengapa anak-anak Malaysia lainnya tidak bisa?" tuturnya.
Kini, seluruh fokus Wan Kuzain tertuju pada perjalanan Malaysia di ASEAN Hyundai Cup 2026. Setelah penantian hampir dua dekade sejak namanya pertama kali dikenal publik melalui video viral di YouTube, ia akhirnya memiliki kesempatan membela negara yang selama ini selalu ia impikan.
"Saya bangga bisa mewakili negara yang sudah mengenal saya sejak usia sembilan atau sepuluh tahun. Sekarang saya ingin memberikan yang terbaik, membela lambang negara, membela bendera Malaysia, dan membantu tim meraih hasil terbaik," kata Wan Kuzain.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!