DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Buntet Cirebon Punya Kiai Abbas yang Fenomenal
Amaliah
Apa amalan yang sering dilakukan Mbah Muqoyyim ini ? Amalan yang sering diamalkan Mbah Muqoyyim hingga dilanjutkan oleh anak cucu juga para santri dari pesantren Buntet ini, adalah mengamalkan dzikiran, salawatan, pembacaan kitab-kitab, santunan atau sedekahan, dan hal-hal lainnya yang di anjurkan oleh agama.
Di bawah ini adalah nama pendiri dan penerus kepemimpinan Pondok Pesantren Buntet, adalah sebagai berikut:
- K.H. Muqoyyim bin Abdul Hadi (Pendiri Pondok Pesantren Buntet)
- K.H. Muta'ad (Periode pertama setelah wafatnya Mbah Muqoyyim 1785–1852)
- K.H. Abdul Jamil (1842–1919)
- K.H. Abbas (1879–1946)
- K.H. Mustahdi Abbas (1913–1975)
- K.H. Mustamid Abbas (1975–1988)
- K.H. Abdullah Abbas (1988– 2007)
- K.H. Nahduddin Abbas (2007- hingga sekarang)
Sang pendiri pesantren Mbah Muqoyyim ahirnya dipanggil Allah Swt. Jasadnya dimakamkan disalah satu tempat petilasannya, yaitu di Desa Tuk daerah Sindanglaut, Kabupaten Cirebon.
Makamnya ini berdekatan dengan makam Kiai Ardi Sela, teman seperjuangannya. Mbah Muqoyyim meninggalkan Pondok Buntet pesantren untuk selamanya.
Mbah Muqoyyim telah menanamkan semangat perjuangannya kepada putra-putranya, sekaligus kepada para santrinya semua, untuk terus menerus bersemangat memperjuangkan Islam, menjaga pondok pesantrennya, dan menyebarkan semangat syiar Islam pada para santrinya, untuk membangun pondok pesantren di seluruh pelosok negeri ini.
Kiai Abbas yang Fenomenal
Dari seluruh keturunan Kiai Muqoyyim Buntet ini, Kiai Abbas Buntetlah yang paling fenomenal dan dicatat dalam tinta emas sejarah perjuangan umat Muslim Indonesia. Itu karena berkat Kiai Abbaslah yang mengkomandoi pergerakan santri melawan agresi militer Belanda pada 10 November 1945.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!