DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Buntet Cirebon Punya Kiai Abbas yang Fenomenal
Sambil menanti kabar dari Teh Ika, seorang wanita yang menjadi pemandu informasi bagi penulis, untuk menghubungi siapa saja di Pesantren Buntet yang akan dijadikan narasumber, penulis sengaja bercengkrama dulu dengan para santri yang baru masuk satu tahun kemarin.
Canda dan tawa pun mewarnai obrolan dengan para santri baru iniini. Sambil sesekali menggoda mereka, bahwa mereka menjadi santri bukan karena dihukum oleh orangtuanya, dijauhkan dari mereka, namun anak-anak ini sedang disiapkan masa depannya, untuk bisa sukses nanti di akhiratnya.
"Lha ko mang, sukses cuma di akherat, lalu di dunianya bagaimana?," tanya satu santri yang paling kocak saat itu.
Dan jawab penulis,"Untuk sukses di dunianya... InsyaAllah harus ada ikhtiarnya dulu nantinya, karena jika ilmunya sudah punya, dunia akan mudah didapatkan". Begitulah pesan penulis pada para santri yang ikut mengerubungi penulis saat itu.
Sampai akhirnya, ada pesan dari Teh Ika, bahwa penulis harus bertemu dengan Kang Darda Ketua Sekretariat Pesantren Buntet, karena darinyalah nantinya yang akan memberi informasi terkait apa yang dibutuhkan oleh penulis.
Pesantren tua
Pesantren Buntet adalah pesantren tua di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Diperkirakan pesantren ini dirintis dan berdiri pada tahun 1770, setelah pendiri pesantren Mbah Muqoyyim, meninggalkan jabatannya sebagai mufti atau penghulu yang berwenang mengambil fatwa dan ijtihad dalam bidang keagamaan.
Dari sini tentunya kita faham, Mbah Muqoyyim dengan jabatan sebagai mufti, tentunya ia adalah seorang yang luas ilmunya. Menguasai ilmu ushul fikih, fikih dan syariat Islam serta memiliki sifat yang mulia, berkarakter kuat, wibawa, seorang yang terhormat, dan sehat secara lahir bathin, dan linuih pandangan kebatinannya. Sehingga ia berhak mengenalkan dan menerapkan syariat Islam pada umat di saat itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!