DARI PONPES KE PONPES | Bertemu Kiai Musthofa Aqil Pimpinan Pesantren Ciwedus Kuningan

ED
Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:03 WIB
Bagikan
DARI PONPES KE PONPES | Bertemu Kiai Musthofa Aqil Pimpinan Pesantren Ciwedus Kuningan

Banyak pesantren kini bermunculan, namun Pesantren Ciwedus tetap masih memiliki keunggulannya sendiri. Itu karena nama Mama Kiai Ciwedus masih tetap ada di hati masyarakat Kuningan, Jawa Barat, bahkan Indonesia.

Yaa, Mama Ciwedus, atau mama Kiai Ahmad Shobari, tetaplah masih hidup. Jiwanya, spiritnya, dan pesan-pesannya terus digaungkan, dan jadi pegangan. Walau raganya sudah menyatu dengan tanah, tapi keberkahannya tetap ada bersama orang yang mencintainya.

Kita jangan beranggapan para kekasih Allah itu telah mati, tapi mereka masih hidup, dan mereka selalu berada dalam limpahan karunia Allah yang teramat besar.

Kini Pesantren Ciwedus, Alhamdulillah sudah bergeliat, dan dikenali kembali banyak Umat Islam. Pesantren ini hidup kembali, setelah mati suri, bahkan hampir tengelam.

Alhamdulillah, penerus Kiai Ahmad Shobari, merupakan keturunan yang saleh, yang terus menghiasi doa-doa yang selalu terpanjatkan buat para leluhurnya. Inilah bukti tiga amal yang tak terputus: Sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak, cucu, dan cicitnya yang saleh.

Beberapa bantuan untuk menghidupkan Pesantren Ciwedus ini, datang dari beberapa kerabat Kiai Musthofa Aqil, yang masih keturunan Mama Ciwedus, terutama dari Kang Wawan Shaqir, ponakan Kang Kiai Musthofa Aqil, seorang pengusaha di Malaysia, yang sempat mempertemukan para cicit Kiai Ahmad Shobari, dengan cicit dari guru Kiai Ahmad Shobari, yaitu cicit dari tuan Syekhona Kiai Kholil Bangkalan Madura di Malaysia. Yang dipererat kembali jalinan silaturahminya.

Dari perbincangan penulis dengan Kiai Musthofa Aqil, beliaunya berharap masukan dan saran untuk pengembangan Pesantren Ciwedus, yang Alhamdulillah, masukan-masukan dari penulis, khususnya untuk mengembangkan area bagian belakang dari pesantren jika memungkinkan bisa, ini akan sangat menarik.

Bagian belakang pesantren harus dibenahi, hal eksotik justru ada di bagian belakang pesantren itu sendiri, karena dekat dengan sungai yang berair jernih, dan berbatu-batu, indah, dan asri.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.